Cuma karena masih agak gaptek, diriku masih dibantuin sama mas Budi Putra dan kawan-kawan untuk beberapa hal teknis.
Oh ya, soal nama yang selalu muncul di posting kalo aku nulis: ‘Dian Sastro’ aku sendiri juga agak risih. Tapi sedihnya aku belum bisa ganti nickname itu. Sebenernya kalo aku pengen aku cuma suka menyebut diri dengan Dian aja, atau Ndek (ini panggilan yang dipake sama anak-anak Tarky2000).
Karena baru belajar kemaren sempet browsing blog-blog yang di-recommend sama temen-temenku. Dan ternyata ada yang bagus banget: More »
Guuuyyyssss…., thank you soooo much udah mau dateng dan ngasih comment di blog ini…., padahal belum sempet di launching lho…., dan umurnya baru beberapa hari. huhuuuuu terimakasih banyak yaaahhhh teman teman…, semoga blog ini bisa menghibur huhuuuuhuuuuu!!!!
DiS
Ini temen aku sma namanya Ranthy. hihiiiiii dia nggak kerjaan akhirnya nemenin aku photo jadi body double kita, karena photonya nanti bakal di Digital Imaging ribet sekali, sehingga kita perlu body double yang sebenernya bisa siapa aja. heheh untung si Ranthy mau, dia sekalian networking dengan orang-orang creative advertising, karena katanya dia mau lanjutin kerja di advertising. Thank you Rant!!!!!!
Terus ini fotonya dengan make up yang lain. Terus ini juga foto pas belum selesai didandanin. dan ini foto pas nyobain kacamata gede pas belum dandan. kaya Ugly Betty yah…, dorky banget!
Di S
Kemaren, gue ketemu sama si Iwang dari AhmettSalina. Inilah tim yang terdiri dari mereka yang genius, antara lain telah sukses membuat kampanye ChangeYourself dari beberapa tahun terakhir.
Gue cukup beruntung, bisa betatap muka langsung dengan frame “Being Happy on Other’s Grief” yang sangat legendaris itu.
Saat ditanya tentang ide di balik frame tersebut, si Iwang bilang kalo kita kadang suka secara nggak sadar bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Dulu frame virtual itu paling sering ditempelkan ke sosok mantan Presiden Suharto, karena banyak klaim bahwa dia dan kroni-kroninya menikmati kekayaan dan hidup enak di atas penderitaan rayat miskin bangsa ini.
Tapi sekarang, setelah Pak Harto belakangan jatuh sakit, dan kemarin baru aja meninggal, kok sekarang banyak juga di antara kita yang seneng-seneng aja di atas penderitaan dia dan keluarganya. Kayaknya itu juga nggak bener deh. Berarti kita juga nggak lebih baik dari dia dong!?
Si Iwang memang genius dan berani. Ide-idenya (salah satunya soal menjual Lumpur Lapindo untuk kemudian didonasikan kembali itu) adalah untuk membangun interaksi humanis lagi di dunia urban yang sangat mendiskonektifkan satu manusia dengan manusia yang lainnya.
Untuk melihat kampanye-kampanye mereka lebih jauh: www.ahmettsalina.com
Kemarin lagi jalan-jalan di Aksara Bookstore, tiba-tiba lagi ada camera Lomo yang masih dijual. Akhirnya gue beli HOLGA yang warna warni terus fisheye2! Pake eksternal flash light!!! Inilah contoh-contoh ekserimen roll-roll pertama.
Dan belakangan akhirnya gue coba juga DIANA+. Seru banget deh!!!! Yeay..!