Waaawwwww tough but fun day!! Walaupun akhirnya tidur jam 5, dan tadinya mau sok sok an nggak tidur sekalian, karena mau bangun jam 6 untuk (rencananya) matching in baju buat ke MK, akhirnya gue bablaaaassszzzzz baru bangun jam 9. Siiiiiiiiiittt!!!!!! (shiiit)
Padahal jam 9 sidangnya mulai! (Dwaaaang!!!!!) Akhirnya mandi secepatnya dan berhasil nyampe di MK jam 10.15. Canggih nggak tu? Dengan mata cemas nan sepet, aku masuk ke ruang sidang dengan tergopoh-gopoh –bawa tas laptop, tas pundak, botol aqua, sama berkas2 yang kemaren disiapin (adduuh ternyata repot ya pake rok sama sepatu pletak pletok segala). More »
Masih teringat dengan suara si Opa Sting itu (suara dan, … suara), diriku harus mulai menerima kenyataan: aku sudah di Cengkareng. Hadooohhhh kebayang kerjaan-kerjaan dan pe-er pe-er yang udah nungguin untuk dikerjain. Sampe rumah diriku memaksa diri untuk nggak tepar, karena agak nggak lega juga untuk langsung tidur.
Besok pagi sekali diriku harus ke Mahkamah Konstitusi untuk ikut sidang pengujian UU perfilman (UU No.8 tahun 1992) dan memberikan kesaksian sebagai aktor. Booook…!!!
Gue udah nyiapin tu bahan dari dua minggu lalu! Lengkap dengan berlatih di depan kaca bagaimana ‘orasi’ gue nanti yang bakal gue bawain di depan ke sembilan hakim high court itu. More »
Every now and then kita memang butuh sentuhan kasih sayang yang bisa dirasakan lewat belaian karbohidrat. Di malam-malam yang sepi dan dingin, Indomie itu aku makan, dan gumpalan-gumpalan terigu lunak itu menari lewat kerongkonganku, membelai dinding ususku yang seharian aku abaikan.
Setelah habis kumakan semuanya, aku lalu merasakan cinta yang sangat tulus, entah dari mana, aku rasanya disayaaaang banget, dan itu semua hanya dari sekantung mie instan.
How carbo can change your mood, and make you appreciate yourself more? Ya udahlah…, you deserve it sometimes…
Kemaren, gue ketemu sama si Iwang dari AhmettSalina. Inilah tim yang terdiri dari mereka yang genius, antara lain telah sukses membuat kampanye ChangeYourself dari beberapa tahun terakhir.
Gue cukup beruntung, bisa betatap muka langsung dengan frame “Being Happy on Other’s Grief” yang sangat legendaris itu.
Saat ditanya tentang ide di balik frame tersebut, si Iwang bilang kalo kita kadang suka secara nggak sadar bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Dulu frame virtual itu paling sering ditempelkan ke sosok mantan Presiden Suharto, karena banyak klaim bahwa dia dan kroni-kroninya menikmati kekayaan dan hidup enak di atas penderitaan rayat miskin bangsa ini.
Tapi sekarang, setelah Pak Harto belakangan jatuh sakit, dan kemarin baru aja meninggal, kok sekarang banyak juga di antara kita yang seneng-seneng aja di atas penderitaan dia dan keluarganya. Kayaknya itu juga nggak bener deh. Berarti kita juga nggak lebih baik dari dia dong!?
Si Iwang memang genius dan berani. Ide-idenya (salah satunya soal menjual Lumpur Lapindo untuk kemudian didonasikan kembali itu) adalah untuk membangun interaksi humanis lagi di dunia urban yang sangat mendiskonektifkan satu manusia dengan manusia yang lainnya.
Untuk melihat kampanye-kampanye mereka lebih jauh: www.ahmettsalina.com
Ini juga sebenernya terintegrasi dari waktu malam itu aku nggak bisa tidur dan geregetan setengah mati. Aku sok sok-an menulis dengan dua bahasa gitu.., hueheheheh dan beginilah akhirnya, jadinya: jauh banget satu sama lain. Udah seakanakan bakal pidato dimanaaaaa gituh. heduhhhhh… maklum ya, daya imajinasi saya cukup kuat… :p
I believe in a better future. And the future is the children. I want to inspire children to dare to think, to learn, and most of all to never lose hope.
Children now are not educated, depressed, and confused. They learn to play video games and access the internet. They don’t realize that they are Indonesian next hope to liberation, and they are the greatest investment that will ever be.
They have the right to be happy, loved, and nurtured. Most of all they have the right to play. They will grow fully to be an independent human being only when they have all this.
Heheheeeeehh…, sebelum bca tulisan ini, jangan kaget yah… Waktu itu ini aku tulis pas baru pulang dari sebuah diskusi yang sangat intens tentang keadaan bangsa kita sekarang. Kadang kita malah lebih banyak paniknya, bahkan putus asa menuju hopeless kalo bener2 menyadari banyak banget kurangnya. Akhirnya, malam itu, badan saya, mata saya menolak untuk terpejam, dan akhirnya saya nyalain komputer lagi. Jadilah malam itu saya tidur jam 4 pagi. Walaupun besoknya ada pemotretan cover majalah jam 9 pagi, saya bener-bener nggak bisa nahan diri untuk ‘mencurahkan isi hatikuh’ (tsaah….) seada-adanya dalam word document! hueheheheh.. abis waktu itu gue lagi geregetan buanget!! jadi, temen-temen maap yak kalo rada berlebihan…. uhuk uhuk!!
Tulisannya waktu itu begini:
Saya percaya akan masa depan Indonesia yang lebih baik. Dan masa depan kita adalah generasi muda. Saya punya impian generasi muda ini benar-benar menyadari bahwa merekalah masa depan Indonesia, dan bahwa mereka dapat menentukan sendiri takdir mereka. Impian saya generasi muda Indonesia adalah individu-individu yang berani berpikir, berani belajar, dan yang paling penting berani memproduksi pikiran mereka sendiri. Karena mereka memiliki kebebasan itu.
Kebebasan berpikir adalah bentuk kemerdekaan yang dahsyat yang pernah dimiliki oleh umat manusia.
Tidak akan pernah ada satu orang pun yang mampu menguasai pikiran kita selain diri kita sendiri. Orang lain selalu bisa mencoba mempengaruhi pikiran kita, tetapi tetap kitalah yang bisa memperbolehkannya mengubah cara pikir kita atau pun tidak.
Marilah kita bersama-sama menghormati dan mensyukuri daya pikir dan akal sehat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita dengan satu cara yaitu: menggunakannya.
Semoga berpikir akan menjadi trend yang akan menjadi gaya hidup baru generasi muda Indonesia. Dan pikiran akan menjadi defenisi baru bangsa Indonesia.
Namun untuk dapat bebas berpikir, kita harus memiliki akses pada segala pengetahuan yang ada. Maka kebebasan untuk memperoleh informasi juga merupakan sesuatu yang asasi. Karena apabila mata kita tertutup, kita tidak akan memikirkan hal hal yang relevan dan aktual. Maka jangan sampai kita menjadi bangsa yang tutup mata.
I have my own little world shared with my own little people inside my head. Somehow I don’t feel lonely when I’m alone, but always do when I’m in a crowd… people see me as a moody person, but somehow it’s not like that at all, I’m extra sensitive, it’s been a roller coaster, you want to laugh the same time you fell like crying,.. the whole world is dull and yet fascinating, and then suddenly it’s busy busy busy busy busy busy busy busy busy busy busy busy busy busy……. oh so fucked up! It took some extra effort to posses that little world again.. hello…. where are you guys??