February 7th, 2008

Cemonk?

cemonk1.jpg

Kata ‘cemonk’ itu terbentuk diantara teman-teman dekatku. Biasanya dipake untuk merefer ke perilaku yang tolol dan asal.

Idenya sebenernya didapat dari fenomena yang terjadi di kampung-kampung atau komplek-komplek, dimana sore-sore biasanya anak-anak kecil baru dimandiin, dan keluar rumah sambil disuapin dengan muka yang dibedakin nggak rata celemongan nggak keruan, terus mereka biasanya lari-lari tolol layaknya anak balita lainnya.

Perilaku ‘cemonk’ akhirnya kita tujukan untuk perilaku-perilaku ‘dodol’ yang biasanya dilakukan sama anak kecil. Di Jakarta yang banyak orang-orang stress ini, termasuk temen2 yang stress semua, kadang nggak bisa menahan diri untuk spontan kelepasan perilaku ‘cemonk’nya. Misalnya: karena stress, si Gimbal temenku berjoget tolol di acara ulang tahun temen kami. Gayanya yang lebih mirip anak SLB nan off beat itu dia gunakan untuk menari di suatu acara yang sangat trendy dan hip yang penuh orang-orang gaya yang sok jaim.

30012008244

Biasanya kami yang sudah kenal deket semua ini memang memaklumi kefrustasian kami semua yang tidak kunjung dapet pasangan bertahun-tahun di belantara ibukota nan sinting ini. Sekalinya ada yang ngedeketin, kalo nggak cowok ‘aneh’, psycho, atau freak, pasti dia mokondo. Sehingga pas si Gimbal tak kuasa untuk melepaskan gejolak ‘kecemongan’nya di sebuah acara yang semestinya malah dipake untuk memajang diri mencari prospek potential boyfriend, kami semua dengan muka datar memaklumi dan menahan malu, dan pada saat yang sama berterimakasih juga karena kespontanannya, si Gimbal telah menyuarakan aspirasi kefrustasian mutual kami semua. (Sebenernya ini adalah pemandangan yang agak pathetic) Namun begitu pertemanan kami yang sudah sejak sma ini sangat erat, tidak hanya si Gimbal, lambat laun sisi ‘cemonk’ dari diri kami semua pun ‘terbina’ dengan ‘sehat’, dengan porsi pengekspresian yang rutin dan terlindungi. Akhirnya tidak ada dari kami yang tidak cemonk. Dan kami cukup bangga bisa mengeluarkan kedepresian kami dengan cara yang positif(walau terlihat agak bodoh) dari pada dengan ekspresi yang lainnya. Kami mempermalukan diri dengan perilaku tolol di tengah orang-orang ‘normal’ lainnya. Pendek kata, ‘cemonk’ adalah salah satu upaya untuk menertawakan diri kami, saking depresi atas keadaan yang sebenarnya agak pathetic.

284 comments »

February 7th, 2008

Huwaaalaaaahhhh komporku berhasil!!!

Akibat ngomporin temen-temen untuk ngunjungin blog aku, akhirnya mungkin si Wulan terinspirasi bikin blog juga. Huwalaah!! Cepet juga yak!

Baru minggu lalu aku cerita bikin blog, sekarang dirinya udah punya aja!! WAaaaaaaawwwww!!! More »

335 comments »

February 1st, 2008

Yes! It is the real me!

Cuma karena masih agak gaptek, diriku masih dibantuin sama mas Budi Putra dan kawan-kawan untuk beberapa hal teknis.

Oh ya, soal nama yang selalu muncul di posting kalo aku nulis: ‘Dian Sastro’ aku sendiri juga agak risih. Tapi sedihnya aku belum bisa ganti nickname itu. Sebenernya kalo aku pengen aku cuma suka menyebut diri dengan Dian aja, atau Ndek (ini panggilan yang dipake sama anak-anak Tarky2000).

Karena baru belajar kemaren sempet browsing blog-blog yang di-recommend sama temen-temenku. Dan ternyata ada yang bagus banget: More »

103 comments »

January 31st, 2008

I’m Sooo Happyyyy….!!!!!!!

Guuuyyyssss…., thank you soooo much udah mau dateng dan ngasih comment di blog ini…., padahal belum sempet di launching lho…., dan umurnya baru beberapa hari. huhuuuuu terimakasih banyak yaaahhhh teman teman…, semoga blog ini bisa menghibur huhuuuuhuuuuu!!!!

POLAROID DIAN

DiS

125 comments »

January 30th, 2008

Being Happy On Other’s Grief?

image039.jpgimage037.jpg

Kemaren, gue ketemu sama si Iwang dari AhmettSalina. Inilah tim yang terdiri dari mereka yang genius, antara lain telah sukses membuat kampanye ChangeYourself dari beberapa tahun terakhir.

Gue cukup beruntung, bisa betatap muka langsung dengan frame “Being Happy on Other’s Grief” yang sangat legendaris itu.

Saat ditanya tentang ide di balik frame tersebut, si Iwang bilang kalo kita kadang suka secara nggak sadar bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Dulu frame virtual itu paling sering ditempelkan ke sosok mantan Presiden Suharto, karena banyak klaim bahwa dia dan kroni-kroninya menikmati kekayaan dan hidup enak di atas penderitaan rayat miskin bangsa ini.

Tapi sekarang, setelah Pak Harto belakangan jatuh sakit, dan kemarin baru aja meninggal, kok sekarang banyak juga di antara kita yang seneng-seneng aja di atas penderitaan dia dan keluarganya. Kayaknya itu juga nggak bener deh. Berarti kita juga nggak lebih baik dari dia dong!?

Si Iwang memang genius dan berani. Ide-idenya (salah satunya soal menjual Lumpur Lapindo untuk kemudian didonasikan kembali itu) adalah untuk membangun interaksi humanis lagi di dunia urban yang sangat mendiskonektifkan satu manusia dengan manusia yang lainnya.

Untuk melihat kampanye-kampanye mereka lebih jauh: www.ahmettsalina.com

28 comments »

January 29th, 2008

Beli Lumpur Lapindo Yuk!

50 comments »