February 14th, 2009

tulisan di kompas 14 Feb 2009 : Melihat Lebih Jauh

Aku nemu sebuah tulisan di koran Kompas hari ini (14 feb 2009) yang sangat inspiratif. hal 5 judulnya melihat lebih jauh oleh Herry Tjahjono. Salut kepada penulis dan koran Kompas atas tulisannya dan semoga tidak keberatan aku kutip di sini, karena aku merasa ini bermaanfaat banget buat diketahui banyak orang Versi lengkap artikel tersebut aku dapat setelah googling dari alamat berikut dan aku copy lagi di bawah

melihat-lebih-jauh 

http://yalun.wordpress.com/2009/02/14/melihat-lebih-jauh/

Melihat lebih jauh

oleh: Herry Tjahjono

Ada dua kisah nyata inspiratif yang akan saya adaptasi. Pertama tentang seorang tukang pipa (plumber). Alkisah, bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman sedang pusing karena pipa keran airnya bocor, ia takut anaknya yang masih kecil terjatuh. Setelah bertanya ke sana-kemari, ditemukan seorang tukang terbaik. Melalui pembicaraan telepon, sang tukang menjanjikan dua hari lagi untuk memperbaiki pipa keran sang bos. Esoknya, sang tukang justru menelepon sang bos dan mengucapkan terima kasih. Sang bos sedikit bingung. Sang tukang menjelaskan, ia berterima kasih sebab sang bos telah mau memakai jasanya dan bersedia menunggunya sehari lagi. Pada hari yang ditentukan, sang tukang bekerja dan bereslah tugasnya, lalu menerima upah. Dua minggu kemudian, sang tukang kembali menelepon sang bos dan menanyakan apakah keran pipa airnya beres. Namun, ia juga kembali mengucapkan terima kasih atas kesediaan sang bos memakai jasanya. Sebagai catatan, sang tukang tidak tahu bahwa kliennya itu adalah bos perusahaan otomotif terbesar di Jerman. Cerita belum tamat. Sang bos demikian terkesan dengan sang tukang dan akhirnya merekrutnya. Tukang itu bernama Christopher L Jr dan kini menjabat GM Customer Satisfaction & Public Relation Mercedes Benz. Dalam sebuah wawancara, Christopher menjawab, ia melakukan semua itu bukan sekadar tuntutan after sales service atas jasanya sebagai plumber. Jauh lebih penting, ia selalu yakin tugas utamanya bukanlah memperbaiki pipa bocor, tetapi keselamatan dan kenyamanan orang yang memakai jasanya. Christopher melihat lebih jauh dari tugasnya.

Kisah lain. Ada juga kisah dari teman saya, James Gwee, tentang Mr Lim yang sudah tua dan bekerja ”hanya” sebagai door checker (memeriksa engsel pintu kamar hotel) di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. Puluhan tahun ia jalankan pekerjaan membosankan itu dengan sungguh- sungguh, tekun, dan sebaik-baiknya. Ketika ditanya apakah ia tak bosan dengan pekerjaan menjemukan itu, Mr Lim mengatakan, yang bertanya adalah orang yang tidak mengerti tugasnya. Bagi Mr Lim, tugas utamanya bukanlah memeriksa engsel pintu, tetapi memastikan keselamatan dan menjaga nyawa para tamu. Dijelaskan, mayoritas tamu hotelnya adalah manajer senior dan top manajemen. Jika terjadi kebakaran dan ada engsel pintu yang macet, nyawa seorang manajer senior taruhannya. Jika ia meninggal, sebagai decision maker, perusahaannya akan menderita. Jika perusahaannya menderita dan misalnya bangkrut, sekian ribu karyawannya akan menderita. Belum lagi keluarganya, termasuk anak istri manajer itu.

Demikian jauh pandangan Mr Lim, dan ia bukan sekadar door checker. Beberapa pelajaran Christopher L Jr dan Mr Lim relatif manusia sejenis. Keduanya bukan kelas manusia sedang atau biasa (good people). Mereka jenis ”manusia besar atau manusia berlebih” (great people) meski jabatan atau pekerjaan formal di suatu saat demikian ”rendah dan biasa saja”. Sikap mental mereka jauh lebih tinggi dari jabatan dan pekerjaan formalnya.

Dua kisah itu memberikan beberapa pelajaran berharga. Pertama, untuk menjadi manusia besar tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis seseorang mengerjakan tugasnya. Kemampuan dan kompetensi teknis (hard competence) boleh sama atau biasa saja, tetapi sikap mental atau soft competence yang lebih akan menentukan seseorang menjadi manusia besar atau tidak. Kedua, untuk bisa mempunyai soft competence dimaksud, kita perlu berontak dan bangun dari tidur panjang selama ini, keluar dari zona nyaman good. Sebagai manusia minimalis, pekerja atau pemimpin apa adanya (yang penting job description dijalankan), target kerja atau key performance indicator (KPI) tercapai, beres! Itulah tipikal manusia biasa saja. Upaya ini memerlukan pengorbanan diri sebab hanya dengan menjadi good people seperti selama ini saja, toh tak ada yang mengusik kita, tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan seterusnya. Maka, pemberontakan untuk bebas dari kondisi good people itu harus dari diri sendiri dulu. Ingat petuah Jim Collins, good is the enemy of great. Ketiga, langkah lebih konkret selanjutnya adalah sikap mental untuk ”melihat lebih”! Christopher L Jr plumber yang ingin memastikan kliennya nyaman dan selamat. Mr Lim door checker yang ingin menjamin tamu hotelnya terjaga nyawanya dari bahaya kebakaran. Melihat lebih jauh, beyond the job! Keempat, setelah mampu melihat lebih, barulah kita mampu ”memberi lebih” (giving more). Hanya dengan melihat lebih dan memberi lebih, kita mampu menjadi manusia besar yang tidak hanya bekerja sebatas KPI. Kita akan mampu bekerja dengan memberikan key values indicator (KVI), nilai-nilai lebih, mulia, unggul, berguna bagi setiap pengguna atau penikmat hasil kerja kita. Itulah Christopher L Jr dan Mr Lim. Rindu pemimpin besar Betapa bangsa ini rindu seorang pemimpin hasil pemilu yang layak disebut pemimpin besar, great leader. Mereka yang kini sedang giat berkompetisi dan perang iklan dengan saling sorot KPI masing-masing. Perhatikan dengan saksama, maka segenap janji kampanye, termasuk realisasinya, konteksnya masih sebatas pemenuhan KPI. Ini berlaku baik bagi yang masih berkuasa maupun mantan dan juga calon yang baru. Semua bicara tentang KPI kepemimpinan, belum menyentuh KVI kepemimpinan. Para pemimpin dan bahkan kita semua demikian bangga dan terpesona sendiri saat mampu memenuhi ”KPI kehidupan” kita masing-masing, yang biasanya memang bersifat kuantitatif, materiil, dan mudah diukur. Padahal, untuk menjadi great people, great leader, great father, great manager, dan seterusnya, lebih diperlukan kemampuan mempersembahkan ”KVI kehidupan” kita, yang biasanya justru tidak mudah diukur. Bangsa ini sangat memerlukan Christoper L Jr dan Mr Lim sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Sebagai catatan akhir, seorang office boy yang mampu mempersembahkan KVI nilainya tak kalah dengan seorang CEO yang hanya memberikan KPI-nya. Jika kita ”mau” melihat lebih jauh, kita akan ”mampu” melangkah lebih jauh.

Herry Tjahjono

Corporate Culture Therapist & President The XO Way, Jakarta

There are 272 comment for this entry.

  1. Feb 14, 2009 at 7:13 pm yoursecretadmire

    Inspiratif …. tapi apakah kejadian itu berupa klise?? or that story was really happened ?? kalo beneran kejadian , bagaimana si “Christopher” mengimplitasikan Sow (scoupe of work)nya , karna ada interval yang sangat menjurang antara pipa Ledeng yang biasa di handlenya dengan job desk seorang General Manager Humas dan kepuasan konsumen ?? ya kalopun bisa , mungkin dia bisa karna dia bekerja dengan team/partner yang solid,bertoleransi tinggi,smart,and yang paling penting menurut gue teamnya harus terbuka menerima background dan nasib beruntung Christopher yg dulu sbg tukang ledeng…

  2. Feb 14, 2009 at 8:38 pm flora

    dear mbak Dina,

    wah artikel “Melihat lebih jauh” ini sangat bermanfaat bgt lho bgi gw pribadi…

    ternyata hal2 kecil bisa berdampak lebih baik bagi orang lain maupun bagi qta sndiri, bahkan bisa membawa keuntungan bagi diri qta. seperti yang dilakukan 2 tokoh di artikel ini…

    so nurut gw apapun pekerjaan qta asal qta melakukannya dg sungguh2 pasti menghasilkan sesuatu yang bagus..

  3. Feb 14, 2009 at 9:04 pm kh_air

    inspirasi top one

  4. Feb 14, 2009 at 11:10 pm hadi

    Profesionalisme, itulalah yg membuat jadi maju. nurani yg lembut mengantarkan kita jadi peka, peka terhadap keadaan disekelilingnya dan diluar daerah kehidupannya. Namun dalam keadaan sekarang, mampukah kita jadi peka? (Hanya jiwa kita yang sanggup menjawabnya)

  5. Feb 14, 2009 at 11:18 pm rasweetforever

    memberi pencerahan bgt ya mbak dian…. great info…!!! thanks yach…

  6. Feb 14, 2009 at 11:31 pm witagila

    bagus..bagus mbok!!
    doakan saya kelak ketika nanti saya bekerja saya akan bisa melakukan hal yg sama seperti Tuan Lim dan Christopher.

    klo lihat lebih jauh nya pekerjaan mbak dian sendiri seperti apa?

    “…kita semua demikian bangga dan terpesona sendiri saat mampu memenuhi ”KPI kehidupan” kita masing-masing, yang biasanya memang bersifat kuantitatif, materiil, dan mudah diukur.”
    yg lebih bangga lagi sebenernya orang2 di sekelliling kita dan akan sangat sulit sekali membuat bangga sekitar kita tanpa menunjukkan materiil yg kita punya. doooooohhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  7. Feb 15, 2009 at 12:01 am UpuS

    hi….salam kenal kaka….
    yuppzzz,,,,bener banget…. untuk bisa menjadi orang yang besar kita tidak harus menjadi seorang yg penuh dengan title-title kebesarannya…terkadang dengan posisi yang sudah aman…kita manusia sering banyak lupanya…hal manusiawi sih,,,tapi mesti”mau” melihat lebih jauh, kita akan mampu melangkah lebih jauh…….
    aku pernah baca buku “DALE CARNEGIE” hidup tanpacemas…
    “menikmati pekerjaan anda” jika anda menikmati apa yang anda lakukan…
    anda bisa bekerja dengan waktu yang panjang, tapi hal tersebut tidak seperti suatu pekerjaan sama sekali, hal itu akan terasa seperti bermain…”
    inilah yang dirasakan yang aku kutip dari buku “DALE CARNEGIE” Mr Lim yang sudah tua dan bekerja ”hanya” sebagai door checker (memeriksa engsel pintu kamar hotel) di sebuah hotel berbintang lima di Singapura. .

  8. Feb 15, 2009 at 12:06 am ahmad f

    sudut pandang tiap orang mestinya berbeda ketika ada pertanyaan siapa manusia orang yg agamis bilang mahluk ciptaan tuhan, guru biologi bilang mahluk mamalia, ahli nihilisme bilang cuma onggokan daging, cristopher sama mr lim orang yang sudut pandangnya berbeda
    ndek baca koran kompas sabtu lagi nyari lowongan kerja ya…

  9. Feb 15, 2009 at 12:30 am UpuS

    hi…kak dian….
    upzzz aku lagi nehhh…
    mauw share aja sih tentang kepemimpinan….
    baru-baru ini aku sp “PANCASILA”….
    awalnya bakal boring abbiezz,,,cozz pasti ngantuk…bete,,,,de el el lah….
    tnyata pas masuk dosennya terlihat sudah berumur tapi teuteup semangatzz….bahkan lebih semangat dari mahasiswa2nya….termasuk diriku ini….
    setelah beliau menyapa dgn suara yg berwibawa dan tenang dan membuat diri ini semangat….bahasan pertama adalah tentang “SUMPAH PALAPA”….yang ku tahu palapa adalah sebuah nama buah…
    tapi….semua itu terungkap saat dosenku berkata
    “PALAPA” adalah:
    “MENGURANGI KENIKMATAN2 (SPRTI MAKAN,MINUM,TIDUR) DAN SEGALA SESUATU YANG NIKMAT….AGAR TERCIPTANYA INNER FELLING DAPAT MEMAHAMI DAN MENGHARGAI SUKU BANGSA YANG BERBEDA2…”
    yang artinya bahwa patih GAJAH MADA bersumpah bahwa ia akan berhenti berpuasa makan PALAPA jikalau nusantara sudah takluk dibawah kekuasaannya yaitu majapahit….sekarang y INDONESIA…
    aku merinding pertama denger…..waw…gilllla sedahsayat itu maknanya…aku berharap semoga Indonesia saat ini mendapatkan pemimpin yang berjiwa INNER FELLING….agar ia dapat merasakan apa saja yang terjadi pada negara ini….termasuk aku juga…..aku semakin cinta bangsaku dan sejarah2nya…

  10. Feb 15, 2009 at 12:34 am Left is Right

    artikel nya bagus, bisa dapat ngebuka mata orang2, orang yang berkerja dengan sepenuh hati,gak di lihat dari jabatan tapi dari usaha orang itu juga (ketulusan berkerja juga), serta pandangan orang tersebut ke depan gimana..

    haduh,jadi inget sama kakek kucing (jualan koran di sore hari per4an jalan),udah tau sore itu orang jarang beli koran,pendapatan dikit,plus tuh kakek,pas gw pulang sore2,gw sering liat dia suka bagi separuh makanan (SETENGAH BOOO!) dia ke kucing2 liar (banyak bgt,sampe 4-6 kucing),wah tuh kakek keren banget deh..gw ampe terharu…

  11. Feb 15, 2009 at 1:02 am faizz

    that’s very inspiring, really!!!!! i hope can be better person like them and u absolutlly. so wanna ask something, when DRUPADI coming in theater?????

    gak sabar pengen lihat!!!!!!!!

  12. Feb 15, 2009 at 1:39 am setanmipaselatan

    cerita klise.
    tapi kadang-kadang kita memang melupakan hal yang nampak klise itu, termasuk mengimplementasikan substansi di dalamnya ;)

  13. Feb 15, 2009 at 4:14 am Me.......

    lakukan dan kerjakan sesuatu yg dirasa menjadi panggilan jiwa kita, yg pastinya lepas dari pemikiran ini itu dan pamrih apapun,sehingga ketika kita berbuat dan berkarya itu,sungguh2 berkarya dari ujung jempol kaki sampai ubun2,berbuat dengan seluruh anasir hidup kita.
    Itu yang namanya doa dalam wujud perbuatan,mangejawentahkan panggilan jiwa yg apda hakikatnya adalah kehendak Tuhan yg tertulis didalam diri kita sebagai lelakon hidup kita yg sebenarnya dalam perbuatan nyata sehari-hari.

  14. Feb 15, 2009 at 4:28 am kutaraja

    inspired skali, semoga semua orang dapat meneladani, terutama pribadi kita sendiri..

  15. Feb 15, 2009 at 10:54 am Anang

    very inspiring… dian…

  16. Feb 15, 2009 at 12:06 pm krisna wariyan

    hobi saya membaca koran Kompas di hari sabtu karena memang banyak manfaatnya…( dapat pencerahan dan mencari lowongan )

  17. Feb 15, 2009 at 2:37 pm yoursecretadmire

    http://www.sumpahpalapa.com
    website yang lumayan bagus buat kepribadian

  18. Feb 15, 2009 at 3:19 pm Joomlacube

    Yang Sederhana. Yang Simple. Yang Kecil. Yang Kadang Tidak Dianggap. Dari Sanalah Kita Belajar :D

  19. Feb 15, 2009 at 4:40 pm Herry Tjahjono

    Terima kasih komentarnya atas artikel saya “Melihat Lebih Jauh” (Kompas 14 Feb 2009).. terima kasih juga untuk komentator lainnya..

    Keep the great work up!

    (Bila tertarik, ada beberapa tulisan saya yang lain: “Menjadi Manusia Bebas” dan “Manajemen manusia unggul”)

    http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/03/00223788/menjadi.manusia.bebas

    http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/23/00404313/manajemen.manusia.unggul

  20. Feb 15, 2009 at 4:48 pm UpuS

    waduh lage…
    upzzz…da yg ketinggalan…
    aku inget banget di “DTK (Dunia Tanpa Koma)”…
    kata-kata Raya pas pertama kali masuk kerja….
    “kepuasan materi emang penting tapi kepuasan batin lebih penting”…
    kata2 ini yang dari dulu slalu aku inget…pengen kerja dmana y?
    hehehehe….

  21. Feb 15, 2009 at 9:06 pm T163R LAND

    I think,,,I agree. karena sejalan dengan Teori Abraham A. Maslow tentang motivasi, kepuasan, prestasi kerja, hirarki kebutuhan manusia dan job discriptions serta tujuan visi dan misi pekerjaan.
    Kemudian juga sesuai dengan buku Manajemen Pelayanan Umum, dan Dasar-Dasar Pelayanan Prima.
    OK dweeh lanjut Bond Girl. Sukses selalu. C U next time. Good Luck n God Bless.

  22. Feb 16, 2009 at 1:40 am Gigih Sari Alam

    Salam Pemberdayaan Publik, Mba’ Dian…..

    Terkadang nilai moral dan mental–seperti pada tulisan Pak Herry Tjahjono–yang ditelurkan kepada masyarakat, ternyata juga masih harus melalui sekatan-sekatan, sehingga dapat sampai ke audiens sebagaimana yang diinginkan. Tulisan yang inspiratif inilah yang diperlukan oleh masyarakat kita –yang selalu harus menyempurnakan jadi diri. Tetapi memang fenomena pasar tidak dapat terelakan. Paling tidak, itu terlihat ketika saya menulis comment di http://yalun.wordpress.com/2009/02/14/melihat-lebih-jauh ,baru hanya dua orang yang comment, coba bandingkan dengan bolgnya Mbak Dian, sudah ada 22 comment. Artinya memang benar, untuk memberdayakan publik itu juga harus berkompromi dengan sekatan-sekatan itu tadi. Jadi saya mungkin boleh berkesimpulan bahwa, “Jangan lihat siapa yang berkata, tetapi dengar apa katanya” sudah tidak berlaku lagi, karena sudah ada, “Perkataan akan didengar tergantung oleh siapa yang mengantarkan perkataan itu tadi.”

  23. Feb 16, 2009 at 3:58 pm zazein

    Uuuhhh, seneng banget nih…….., sekarang Rajin UPDATE BLOG, hehehehehe

    Isinya tambah menarik untuk disimak nih……….., Cie cie……….

  24. Feb 17, 2009 at 9:21 am Vicky Laurentina

    Pada Kompas di hari yg sama, seorang ibu di Jakarta ngeluh di Surat Pembaca. Anaknya yg masih SD ngga sengaja masuk bioskop di mal “TS”, dan nonton film esek-esek. Ibu itu protes karena pihak bioskop malah ngebiarin anaknya beli karcis & ngga melarang anak nonton film dewasa itu. Pihak bioskop nampak cuma jalanin misi jualan film. Tp ga mau lihat lebih jauh ancaman masa depan anak tsb akibat nonton film yg belum cukup buat umurnya. Kuliah profesi saya ngajarin bhw anak yg nonton film esek-esek bs jd benih u/ bikin pcandu pornografi, KDRT, disorientasi sex, & bahkan kanker prostat.

    “Melihat lebih jauh” bs kita lakukan kalo qta mau kerjain setiap kerjaan dgn hati, bukan nafsu. Dokter ngobatin spy pasiennya sembuh, bukan spy pasiennya balik lagi. Aktris bikin film u/ mendidik rakyat, bkn u/ kejar honor. Bioskop melarang anak masuk teater dewasa coz sayang sama masa depan anak2. Tukang pipa jagain pipa supaya ga bocor, demi kesejahteraan konsumen. Dan blogger nulis buat share info, bukan u/ kejar setoran Alexa..

  25. Feb 17, 2009 at 2:12 pm 1000

    melihat dari jauh foto masa kecilmu,
    lucu…he

  26. Feb 17, 2009 at 10:19 pm Albarr

    maksudnya apa yah?
    Tukang ledeng buat banjir
    kalo pintu buat The Doors gituh?
    Bukannya secara otomatis memang semua orang akan melakukan hal yang sama?

    oke saya suka gambarnya yang banyak pohon nya
    kalo mendadak ditebang terus jadi lapangan Futsal gimana yah?

  27. Feb 17, 2009 at 10:26 pm Albarr

    buat: your secret admire:
    Dian Sastro gimana menurut anda?

    Jika seorang Dian Sastrowardoyo menjadi presiden?
    Sebenarnya sih itu nama puisi kalo gak salah sayang ampe detik ini tuh buku gue belum baca ada yang punya gak mau pinjem dong buat difoto copy?

    yah gue liat sih diumurnya sekarang ajah okeh punya karena wawasannya okeh, smart, peduli sesama, dan hal2 positif lainnya tentunya akan membawa indonesia lebih maju kedepann masa kebelakang?
    tapi yah itu juga kalo Dian nya mau yagaye?

  28. Feb 18, 2009 at 10:00 am Indra. DS

    Coba perhatikan,

    -Betapa banyaknya Bos yang petantang petenteng mentang mentang dia Bos
    -Betapa banyaknya bukan bos yang petantang petenteng memposisikan dirinya seolah olah Bos
    -Betapa banyaknya bukan apa apa yang malah jadi inferior

    Jadi,
    Sebaiknya pandai pandailah meniti diatas buih (Courtesy of Buya Hamka)

    Note : Ada kenakalan yang indah pada foto masa kecil Diandra

    Rgrds,
    Ind
    Bdj

  29. Feb 18, 2009 at 2:35 pm pidie

    ………………………………………………………………………………………………

    Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.
    Einstein

    Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.
    Einstein

    Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
    Nabi Muhammad SAW

    Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.
    Nabi Muhammad SAW

    Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.
    Khalifah ‘Umar

    Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
    Khalifah ‘Ali

    Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
    Khalifah ‘Umar

    Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.
    Einstein

    Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
    Einstein

    Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.
    Einstein

    Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya - langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.
    Einstein

    Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan “rendah hati.”
    Einstein

    ………………………………………………………………………………………………

  30. Feb 18, 2009 at 4:49 pm yoursecretadmire

    Buat / Albar Dian sastro for President?
    Jadi Bos gue aje deh mau gak dia hahahaha…
    Kalo gue Bilang seh , enakan jadi Doraemon yang punya kantong ajaib… so,,
    bisa bantu Nobita yang kesusahan hahaha ngaco neh gue.. lam kenal aja ya semua …spesial buat Dian yang punya blog..

  31. Feb 18, 2009 at 10:33 pm Albarr

    yoi jadi doraemon yang punya pintu kemana ajah
    tapi pintunya kudu gampang kebuka biar kalo ada apa2 gampang kaburnya

    jadi Drupadi kapan nongolnya di Bioskop Indonesia?

    global warming ato krisis global mending mana?
    mending TV global
    atau global TV

  32. Feb 18, 2009 at 10:59 pm yoursecretadmire

    sorry ya Dian … cuma becanda ,
    jangan marah ya,,,

  33. Feb 19, 2009 at 10:08 am iegha,ms

    Beberapa tahun lalu, aku lupa kapan waktunya, aku udah pernah dapet email dari siapa juga lupa tentang kisah yang pertama itu. Kreatif juga yang submit artikel itu di kompas. Waktu itu aku dapet emailnya pake basa inggris…

    Artikel yang kedua juga bagus…

  34. Feb 20, 2009 at 10:24 pm arzetha

    very nice and very inspiring

  35. Feb 21, 2009 at 12:33 am Albarr

    ngungungung
    Lucu banget foto waktu kecilnya
    sungguh

  36. Feb 21, 2009 at 1:15 am hoirul

    hal yang terlihat sepele bagi orang lain, tapi bagi sebagian orang itu adalah satu hal yang sangat menggugah…

    cerita-cerita ini mempunyai banyak sisi positif nya… yang paling utama adalah sikap bertanggung jawab… , sikap ini yang sudah banyak orang lain abaikan…

    so.. pribadi orang yang bertanggung jawab …. bisa dilihat langsung dari prilaku seseorang…

  37. Feb 21, 2009 at 2:20 am Orang Pinggiran

    pol abiesssss….Lakukan lah pekerjaan anda dengan sungguh2 apapun itu, sekalipun prodesinya sebagai “tukang sapu jalan”…hingga mata seluruh dunia berhenti sekejap untuk menyaksikan apa yang anda buat, dan merekapun berkata “disinilah tinggal seorang tukang sapu yang hebat”…salam kenal dari Orang Pinggiran (orang yang hanya dikenang saat ada momen2 tertentu heheheh)

  38. Feb 21, 2009 at 10:49 pm Albarr

    Dian Sastrowardoyo tadi saya ngisi blognya dimana yah?

  39. Feb 22, 2009 at 3:21 am Me.....

    Kalo kita melakukan pekerjaan yg sesuai dengan isi diri/jiwa kita itu cirinya gampang,ga akan banyak membutuhkan pikiran dan rekayasa nafsu,so seperti ngalir begitu aja,serasa bebas dan merdeka,tanpa perlu repot2 berpikir keras dalam mempelajarinya dan menjalaninya tetapi sungguh2.Walaupun kadang pembawaan atau bakat itu emang banyaknya sih mesti diasah dulu,tapi tetep aja yg namanya “bawaan” tuh ga membutuhkan banyak pikiran sekalipun yah tentunya mesti keringetan juga lah dalam rangka menggapainya,tapi ga kerasa repot …..so pasti hidupnya ga banyak ngeluh.
    Lah wong waktu bapa ibu ngebuat kita juga sekalipun enak penuh rasa cinta,ga mikir2,ngalir aja gitu, tetep aja keringetan juga,kecuali pake ac kamarnya,artinya orang hidup mesti keringetan…. yah usaha lah…pake instingnya dalam bertindak.Then, jgn lupa bahwa kehidupan berawal dari rasa sayang menyayangi,dari rasa cinta,karenanya semua yg kita perbuat dan akan kita lakukan dalam hidup ini juga, artinya mesti berpangkal dan dasarnya dari sono,supaya enjoy dan hasilnya membahagiakan diri kita dan orang lain juga.Beda jikalau kita melakukan sesuatu hal yg bukan bawaan diri kita sendiri,mesti ada pamrihnya soalnya pangkalnya untuk berbuat udah dari akal pemikiran dan hati ,untung rugi megang peranan penting.

    .Manusia itu barang jadi,komplit,lengkap,tinggal ngejalaninya aja gimana?.
    Karenanya bisa dibilang,sebenernya banyak sarana buat hidup disini itu,buat ngebahagiain diri kita sendiri,apalagi kalo ukurannya cuma sekedar buat ngehasilin duit doang,yg sulit kan katanya orang2 itu adalah untuk mengerjakan sesuatu yg bisa bikin kita bahagia lahir dan batin,otomatis jug angebahagiaan orang banyak,karena yah memang sesuai dengan bawaan kita dan kita emang diciptakan dan digariskan untuk ngelakuin itu.
    Karennaya bahagia atau enggak itu relatif,kegantung orangnya, kegantung tinggi rendah,tua muda nilai jiwanya,nilai isi dirinya,yg jadi api hidupnya seseorang. itu ga bisa dipukul rata,karenanya tujuan dan buahnya tentu berbeda.
    Mungkin bagi dian kerasa lepas,merdeka dan gampang kalo mau beracting so bahagia banget ngejalaninya,belum tentu orang lain begitu. Emang kalo sekedar di ukur duitnya sih yah semua orang yg pribadinya tukang ngelacur yah doyan lah jadi seorang actor,duitnya kenceng…..

    N emang baiknya sih ga usah kepatok sama pola berpikir dan pola hidup masyarakat bobrok ini,itu sama aja rela diri kita di rusak, karena kalo pola hidup yang ada itu bener,ga akan indonesia skrg jadi berantakan gini semua tatanan hidupnya.
    Jangan mau ditipuin sama orang2 yg punya duit di atas sana,kan gua udah bilang sekolah tinggi2,koleksi gelar ini itu tetep aja nantinya jadi mainan dingdong orang lain.Yg penting bukan titel,tapi pribadi so jadilah orang yg ada merknya,bukan kaya barang bodong tembakan di glodok sono,harganya murah sama cepet basi.
    N Ga usah juga terlampau percaya sama yg tua2,kalo yg tua2 itu emang sungguh manusia yg utama n patut diacungin jempol,bangsa kita ga akan kaya gini sekarang. ……ujuk2 lahir kesini kita yg muda2, cuma dapet sampahnya,mesti ngebangun lagi puing2 yg runtuh berserakkan karena perilaku dari mereka2 yg pada ngaku tua dan berpengalaman itu.Ngebangun negara kok wadahnya aja yg diperbagus, isinya/mentalnya/jiwanya dibiarkan tidur dan terlantar?. jadinya sebuah bangsa yg luarnya keliatan muluk2,tapi isinya kosong,rapuh ….so pasti,.nyatanya ga pernah ada!.

    N sebenernya,apaan aja kalo dipegang sama “tangan yg cocok” tentu diiringi juga “rasa yg penuh cinta” mesti bisa ngehasilin,sekalipun pada awalnya sesuatu itu dianggep sampah yg ga ada artinya.
    jikalau indonesia digenggam oleh “tangan Tuhan” artinya dipimpin oleh seorang pemimpin yg terpilih oleh langit dan bumi serta di dukung oleh seluruh anasir alam yang ada,pemimpin yang sungguh pemimpin,manusia yg berjiwa Cakrawarti,pemimpin yg tidak dibuat oleh rekayasa nafsu manusia tetapi memang dilahirkan sebagai seornag pemimpin,tentu Anak2 kecil yg pada ngemis dan pada kelantar hidupnya,orang2 yg dianggep bajingan bangsat maling dan orang kere melarat yg ada di sekitar kita,mereka2 itu bisa jadi ada artinya.
    Cuma untuk jaman sekarang kaya belum ada tuh……..

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 » Show All

Post a comment