August 26th, 2008

drupadi pers release

dikutip dari siaran pers drupadi saat konferensi pers tanggal 21 Agustus 2008

Siaran Pers

Untuk pemuatan segera

DRUPADI

Sebuah film  kolaborasi seni peran, musik dan tari siap meluncur Desember 2008

 

                                                      ***

 

                                               Aku bersumpah….

Demi langit dan bumi

Demi harkatku sebagai puteri agni

Aku tak akan mengikat rambutku

Sebelum mencucinya dengan darah Dursasana

                                                               (Sumpah Drupadi kepada para dewa)

         Rampung sudah tahap pengambilan gambar film Drupadi, produksi SinemArt Pictures. Disutradarai oleh Riri Riza, film Drupadi menampilkan Dian Sastrowardoyo sebagai Drupadi, seorang puteri raja dari Panchala yang kelak  dipertaruhkan dan dihina dalam sebuah permainan dadu.

         Film ini mengangkat sepenggal lakon dari  kisah klasik Mahabharata karya Mpu Vyasa asal India yang telah menyebar ke seluruh Asia, termasuk ke Indonesia. Jika lazimnya Mahabharata berkisah tentang perseteruan dua kelompok sepupu Pandawa dan Kurawa, maka film ini memilih sudut pandang Drupadi sebagai pusat dari seluruh cerita.

         Syahdan, Drupadi digambarkan sebagai puteri raja Panchala yang lahir dari api (agni) dan diturunkan ke dunia untuk menemani Krisna untuk mengakhiri satu babak kehidupan manusia. Drupadi digambarkan sebagai seorang puteri tercantik di seluruh jagad, sehingga semua ksatria dari seluruh penjuru ikut berlomba untuk merebut hatinya. Dalam sebuah sayembara memanah, adalah Arjuna yang berhasil memenangkan pertandingan itu, meski akhirnya, karena sebuah takdir yang tak terelakkan, Drupadi menjadi isteri dari Pandawa.

         Di sebuah permainan dadu yang penuh muslihat yang digelar oleh Kurawa, Drupadi dipertaruhkan oleh suaminya sendiri.

Dadu yang terbuat dari tulang manusia

yang telah binasa dengan sia-sia.

Dadu yang berdansa dengan mahir

dan memiliki segala daya sihir..

 

Apa yang kemudian terjadi dengan Drupadi? Bisakah dia melawan? Permainan dadu yang penuh strategi dan muslihat dan perlawanan Drupadi yang menolak dijadikan komoditas —yang kelak akan membawa pada peperangan Bharatayudha yang dahsyat—menjadi puncak dari film ini.

                                                      ***

         Baik Dian Sastrowardoyo, Riri Riza, Mira Lesmana maupun Leila Chudori, sepakat bahwa daya tarik untuk mengangkat sosok ini karena Drupadi  adalah perempuan yang menolak dijadikan barang taruhan; dan pada masanya, dialah satu-satunya perempuan yang berani bersuara dan menggugat ketidakadilan yang menimpanya.

Film Drupadi juga mempertemukan kembali dua bintang  papan atas yang telah sekian lama absen dari dunia seni peran Dian Sastrowardoyo (Drupadi) dan Nicholas Saputra (Arjuna). Di film ini pula, keterlibatan Dian tidak sebatas sebagai pemain belaka. Bersama Mira Lesmana dan Wisnu Darmawan, Dian juga bertindak sebagai produser yang ikut membidani lahirnya film ini.

 Sederet nama-nama besar  lain turut pula mendukung terlaksananya proyek ini, di antaranya Butet Kartarejasa yang berperan sebagai  Sengkuni, paman dari Kurawa yang licik dan penuh muslihat; Dwi Sasono sebagai Yudhistira; Ario Bayu sebagai Bhima dan pendatang baru,si kembar  Aditya Bagus Santosa dan Aditya Bagus Sambada berperan  sebagai Nakula dan Sadewa.

 Pihak Kurawa sebagai representasi angkara murka dan musuh bebuyutan Pandawa dimainkan oleh murid-murid padepokan seni Bagong Kussudiardjo dengan  dua pemeran utama, yakni Whani Darmawan sebagai Suyudana, dan Djarot B. Dharsana sebagai Dursasana. Sedangkan Donny Alamsyah berperan sebagai Adipati Karna, kakak tiri Pandawa yang ada di pihak Kurawa.

         Selain bertumpu pada cerita yang kuat dan seni peran pemainnya, film ini juga menggabungkan beberapa unsur teater, tari musik dan perkawinan kostum Jawa dan Sumatra.

                                                                                    ***

PROYEK Drupadi bermula dari keinginan Dian Sastrowardoyo dan Leila S. Chudori, yang ingin membuat sebuah karya seni, khususnya film, dengan tema yang berbeda dari film-film yang beredar saat ini. Sewaktu ide ini disampaikan kepada Leo Sutanto, produser dan pemilik SinemArt, gayung pun  bersambut. SinemArt mendukung penuh dan memberi ruang seluas-luasnya dalam proses kreatif, semua ditujukan agar film Drupadi terwujud dan Leo Sutanto menyatakan bersedia menjadi Produser Eksekutif. “Saya ingin mendukung Dian yang selalu sangat serius dalam seni peran,” tutur Leo Sutanto. “Menurut saya, Dian jangan hanya bersinar di perfilman Indonesia saja, tetapi saya ingin suatu hari Dian juga melangkah ke dunia internasional.”

Untuk proyek ini, Riri Riza didapuk sebagai sutradara. Riri Riza dikenal sebagai seorang sutradara yang sangat serius dan intens dalam karyanya. “Jika melihat kisah Drupadi, sangat relevan dengan persoalan masa kini,” kata Riri, “Drupadi memiliki peran yang besar dalam kisah Mahabharata. Dia mempertanyakan banyak hal, tetapi di kemudian hari dia menjadi barang taruhan. Dia menggugat dengan caranya sendiri dan terus mencari keadilan hingga akhir cerita.”

Riri menolak untuk membuat dikotomi film seni atau film komersil. “Film Drupadi dibuat sebagai suatu produk yang serius, tetapi kami ingin penonton bisa menikmatinya dan merasa ada kaitan dengan persoalan yang dihadapinya.”

         Bagi Mira Lesmana, membuat Drupadi adalah “tantangan untuk menyatukan suatu cerita yang memiliki sentuhan tradisi dan memberikan elemen kontemporer.” Mira menunjuk bagaimana semua yang terlibat sepakat bahwa meski film ini menggunakan latar belakang Jawa klasik, tetapi kostum para tokoh dipadu dengan berbagai elemen daerah lain, misalnya Sumatra.

 Skenario yang dikerjakan oleh Leila S. Chudori yang mengambil dari beberapa versi novel Mahabharata karya P.Lal, N.K Narayan dan Ramesh Menon. Dari karya-karya tersebut dan melalui riset beberapa versi di Jawa dan Bali, Leila kemudian membuat tafsir sekitar hubungan antara Drupadi, Arjuna dan Bhima.

Djaduk Ferianto bertanggung jawab atas penata musik, sementara tata  artistik dipercayakan pada Ong Hari Wahyu dan Mohammad Marzuki.  Film Drupadi juga menggandeng Gunnar Nimpuno sebagai penata kamera dan Chitra Subijakto sebagai penata busana. Dalam produksinya, Drupadi juga didukung sepenuhnya oleh Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo

Ditemui di sela-sela syuting film yang mengambil lokasi di Yogyakarta dan sekitarnya, Dian  menyatakan,” Film Drupadi dibuat sebagai apresiasi kami, para pekerja seni, kepada dunia seni Indonesia, dan juga memberikan  warna baru dalam industri perfilman.”

         Mengapa Drupadi? “Karena sosok Drupadi adalah simbol dari perjuangan perempuan yang menolak dijadikan komoditas dan selalu bertindak untuk memanusiakan dirinya,” tutur Dian.

Film Drupadi dijadwalkan untuk diluncurkan kepada umum sebagai bagian dari Jakarta International Film Festival (JIFFEST) Desember 2008.

 

Untuk informasi  dan perkembangan film Drupadi, silakan kunjungi laman www.drupadithemovie.com atau tim kreatif dan komunikasi :

 

Tentang SinemArt

 

Sinemart  didirikan oleh Leo Sutanto, Sentot Sahid, Heru Hendriyarto dan Lala Hamid tahun 2003. Adalah  Leo Sutanto, yang telah berkarir lebih dari 25 tahun di panggung perfilman, yang memiliki keinginan dan obsesi untuk menberikan karya-karya yang inspiratif baik di layar kaca maupun film namun juga harus membumi dan dapat diterima luas oleh publik. Seperti visi SinemArt, yang merupakan gabungan tiga kata : ‘Sinema’, ‘art’ dan ‘mart’. Terobosan besar SinemArt dalam industri hiburan televisi adalah adaptasi film layar lebar “Ada Apa Dengan Cinta?” (2003) yang menjadi sebuah serial TV paling sukses saat itu. Proses audisi para pemeran dikemas dalam bentuk reality show berskala nasional pertama di Indonesia. Sejak saat itu berbagai terobosan dan inovasi menjadi bagian dari proses kreatif. Hingga kini, SinemArt telah bertumbuh dengan pesat dan menjadi rumah produksi terkemuka di Indonesia, dengan portfolio lebih dari 100 judul sinetron dan beberapa film layar lebar di mana hampir semua produksi Sinemart mendapat tanggapan positif dari publik. Hal ini bisa dilihat dari angka rating yang selalu tinggi dan banyaknya jumlah penghargaan yang diterima. Informasi lebih lanjut tentang SinemArt bisa didapat dari laman www.sinemart.com.

         Film Drupadi adalah kerjasama ketiga antara SinemArt dengan Dian Sastrowardoyo. Kerjasama pertama adalah film Ungu Violet (Rako Priyanto, 2005) dan yang kedua adalah serial TV Dunia Tanpa Koma (Maruli Ara, 2006) yang berhasil meraih sebagai Sinetron Terpuji Festival Film Bandung tahun 2007.

 

 

Lampiran 1 Karakter Utama dan Tim Produksi

Karakter Utama

 

DRUPADI ( Dian Sastrowardoyo)

Drupadi digambarkan sebagai wanita paling jelita di jagat yang lahir dari api. Dalam Mahabharata, karakter Drupadi sangat menonjol selain karena kecantikannya, ia juga sangat cerdas, berani dan tak segan mengungkapkan pendapatnya. Drupadi melawan saat dirinya dijadikan barang taruhan.

Hingga akhir cerita, Drupadi terus mencari keadilan saat perang Bharatayudha.

YUDHISTIRA (Dwi Sasono)

Putera Dewi Kunti dan Betara Dharma yang memiliki sifat sangat bijaksana. Sabar, tak pernah membunuh, tak pernah ikut perang,dan baik hati. Kelemahannya hanya satu: gemar bermain dadu dan gampang ditipu.

BHIMA (Ario Bayu)

Putera dari Dewi Kunti dengan Betara Bayu yang bertubuh besar dan kekar, nyaris menyerupai raksasa. Ia sangat sakti, jujur, setia namun juga garang dan pemarah. Bhima tidak pernah menyembah siapapun, termasuk terhadap dewa.

ARJUNA (Nicholas Saputra)

Putera Dewi Kunti dengan Betara Indra. Paling tampan di seluruh jagad, sakti dan ahli memanah. Adalah Arjuna yang memenangkan Drupadi dalam pertandingan busur,  tapi kemudian Drupadi dipersembahkan kepada seluruh Pandawa. Arjuna adalah putera Pandawa yang paling dicintai Drupadi.

NAKULA (Aditya Bagus Santosa )

Putera kembar Dewi Madrim dengan Batara Aswin. Berkekuatan 100 tenaga manusia.

SADEWA (Aditya Bagus Sambada )

Sadewa  adalah putera Dewi Madrim dengan Batara Aswin Ia saudara kembar Nakula dan bungsu dari Pandawa. Mempunyai kepandaian 100 cendekia dan bijak bagai 100  resi.

ADIPATI KARNA (Donny Alamsyah)

Adipati Karna adalah kakak tiri Pandawa. Ia putera Dewi Kunti dengan Batara Surya. Saat itu Kunti masih remaja, tak sengaja ia memanggil Dewa dengan sebuah mantra dan terjadilah percintaan yang membuahkan Karna. Karena saat itu Kunti masih belia, Karna dibuang di sungai Gangga dan diangkat anak oleh pasangan sais kereta di Hastina, kerajaan tempat Kurawa memerintah. Karna diangkat sebagai Adipati dan menjadi bagian Kurawa. Kelak dalam perang Baratayudha, ia berperang membela Kurawa dan melawan adiknya sendiri, Arjuna.

SUYUDANA ( Whani Darmawan)

Suyudana adalah raja Hastinapura, ia putera Prabu Destarata dan Dewi Gandari, tertua dari 100 bersaudara. Seratus bersaudara ini dikenal dengan nama Kurawa. Kejam, penuh kedengkian dan selalu iri dengan apa dimiliki para sepupunya, Pandawa.

DURSASANA (Djarot B. Dharsono)

Putera kedua Kurawa, berwajah raksasa, gemuk, keji dan mengerikan. Dalam permainan dadu di mana Drupadi dipertaruhkan, Dursasana diperintah untuk mengambil Drupadi. Karena Drupadi menolak, Dursasana mempermalukan Drupadi dan berusaha memperkosanya di  hadapan seluruh Kurawa

PATIH SENGKUNI (Butet Kartaredjasa)

Sengkuni adalah paman Kurawa, adik dari dewi Gandari. Ia bersifat licik dan penuh muslihat. Arsitek  manuver Kurawa adalah Sengkuni. Permainan dadu yang kemudian kelak membawa kedua kelompok sepupu ini kepada sebuah peperangan terbesar di jagad ini, adalah Sengkuni agar semua yang dimiliki Pandawa berpindah tangan. Konon dadu Sengkuni terbuat dari tulang-tulang manusia.

 

ANGGOTA KURAWA LAINNYA diperankan oleh murid-murid Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

 

TIM PRODUKSI

Produksi                          :        SinemArt Pictures

Produser Eksekutif          :        Leo Sutanto, Elly Yanti Noor

Sutradara                        :        Riri Riza

Produser                         :        Mira Lesmana, Dian Sastrowardoyo, Wisnu Darmawan

Skenario                         :        Leila S.Chudori

Diambil dan ditafsirkan kembali dari kisah klasik Mahabharata

Co Produser                     :        Butet Kartaredjasa

Co Produser                     :        Novi Christina, Mitzy Christina, Cindy Christina

Penata Kamera                 :        Gunnar Nimpuno

Penata Musik                    :        Djaduk Ferianto

Penata Artistik                  :        Ong Hari Wahyu dan Mohammad Marjuki

Penata Tari                       :        Sutopo Tedjobaskoro

Penata Kostum dan Stylist   :        Chitra Subijakto

Still Photographer                :        Anton Ismael- Third Eye Photography

Art work                               :        Ario Anindito

Penari                                   :        Padepokan seni Bagong Kussudiardja

There are 69 comment for this entry.

  1. Aug 26, 2008 at 2:04 pm marlina

    Dian sastro cantik
    Nicollas saputra keren
    Riri riza sutradara terhebat
    Mira lesmana produser film terbaik
    kolaborasi yg sangat cantik menghasilkan film terbaik, film karya anak bangsa, yg di tunggu bangsa indonesia.

  2. Aug 26, 2008 at 5:05 pm uam

    gak sabar nunggu desember….
    ga ada kemungkinan di percepat Di?

  3. Aug 26, 2008 at 5:30 pm toji

    can’t wait….

  4. Aug 27, 2008 at 12:08 am Asmaraning

    Aku bersumpah….

    Demi langit dan bumi

    Demi harkatku sebagai puteri agni

    Aku tak akan mengikat rambutku

    Sebelum mencucinya dengan darah Dursasana

    (Sumpah Drupadi kepada para dewa)

    * Hati2,wahai kamu yang kerap merendahkan harkat dan martabat Ibu Kami, wanita,serta berlaku lancang memperkosa Ibu Kami,BUMI ini.
    Karena bayang- bayang pembalasan sudah semakin dekat tampak,nyata dan menentu!!!.

    Asmara Hening Kidung Ketonggo

  5. Aug 27, 2008 at 9:24 am eCHo

    kayaknya keren deh filmnya. Diputer di bioskop atw gimana sih??

    http://www.echonaswable.blogspot.com

  6. Aug 27, 2008 at 4:12 pm hebat2

    hebat nih,
    acung jempol dah … krn berani bikin film yg beda dr yg lainnya . selama ini ga ada yg berani bikin tema wayang … moga2 banyak yg ngikutin n bikin yg bermutu2 :)

  7. Aug 27, 2008 at 8:36 pm toro

    Finally!!!!!!!!!!
    Akhirnya dtang juga film dian yg baru.
    Sepertinya keren tuh……

  8. Aug 27, 2008 at 10:11 pm FIL

    Kak Dian..
    lama skali menghilang,, begitu balik bawa berita buaiiik skalii!!
    bagaikan angin surga, akhirnya ada film yg bener2 beda!
    ga sabar nunggu desember nih!!
    sukses terus ya, Kak!

  9. Aug 28, 2008 at 1:27 am yoqe

    Semoga Drupadi bisa menghapus kelaparan kita dlm hal film bagus. Bukan cuma horor, remaja, komedi seks melulu seperti yg banyak beredar belakangan. Mira & Riri udah terbukti jaminan mutu insya Allah.

    Pengen banget deh liat Dian main karakter2 seperti gay, penjahat, dll. Main film komedi boleh juga, tp komedi cerdas, ya. Eh, AADC masih termasuk dlm daftar film favoritku.

  10. Aug 28, 2008 at 1:42 am huhu

    wew…

    akhirnya ada juga film berdasarkanlegenda yg digarap dengan serius dan dengan artis wahid

    smoga sukses…..

  11. Aug 28, 2008 at 5:12 am robitoh

    OOOOO aku jadi ngerti….
    Tapi memang banyak versi ya tentang drupadi itu, dan kini nambah satu versi lagi… ya ini, film ini….
    Diputer dibioskop kan?

  12. Aug 28, 2008 at 9:12 am 1000

    cinta…,
    mohon…batalkan sumpahmu itu,
    jangan ada lagi darah tertumpah,
    cukuplah hujan air mataku
    sebagai penggantinya…

  13. Aug 28, 2008 at 10:21 pm umar

    masih sabar nunggu tampilnya si cantik drupadi di layar lebar, :D

  14. Aug 28, 2008 at 11:07 pm Asmara Ning

    Yang ngerobek2 dada serta menghirup darah dursasana setelah akhirnya di tampung dalam sebuah cupu untuk diberikan kepada Drupadi adalah BHIMA,sebagai pembuka dan penutup Perang Agung Bhatarayudha Jaya Binangun!!!.
    Semua itu ada artinya yang tersirat………………

  15. Aug 29, 2008 at 4:46 am robitoh

    Jadi inget, comment dari ‘1000′…
    bahasan Lama seh…
    Kenapa kita kok gak bisa berdamai dn perag ada terus… terlebih lagi perang saudara…
    Kalau gak salah satu tulisannya Pram (almarhum),
    “Indonesia seperti kisah Mahabarata, perng saudara selalu menjadi bagin dari sejarah kelam bangsa ini, dari sebelum syailendra sampai pemilu 1999….”
    Aku baca dimana ya… Lupa pokoknya…
    Bisa gak ya, Film ada Film yang amanat FIlm tuh, STOP WAR geto….

  16. Aug 29, 2008 at 1:28 pm eve veel

    film yang amat sangat menjanjikan. desember ya? can’t hardly wait…

  17. Aug 30, 2008 at 1:03 am cha2nks

    Kalo ceritanya banyak yg tau ……..filmnya….Pasti menarik gak sabar nunggu gitu loch…………..

  18. Aug 31, 2008 at 12:04 pm honeyweedy

    keren bgt!!! kutunggu di layar bioskop ya… Semoga Sukses selalu mbak dian..

  19. Sep 1, 2008 at 12:57 am QqI

    suip dah..
    pioner film latar belakang budaya..
    kpn nih bikin film ttg latar belakang sejarah indonesia lama??

  20. Sep 2, 2008 at 1:11 pm urbanistis.wordpress.com

    film gini nih yang saya dan rekan2 studio rojelele tunggu… cerita berbasis rakyat dan budaya indonesia.. yang notabene punya kekayaan nilai yang maha dahsyat.. saya dan rekan-rekan pun jadi terinspirasi dengan ketokohan drupadi.. wanita cantik yang inspiratif…

    kami pun kebetulan di waktu yg lalu mengembangkan seorang tokoh wanita yang kuat… bernama gendis… pelm mbak membuat semangat berkarya berkobar lagi….sedikit ada review komiknya.. http://hai-online.com/article.php?name=/gendhis-karya-lain-dari-maki-jors–jack&channel=ur_turn%2Fkomik

  21. Sep 2, 2008 at 1:50 pm debukaki

    “Drupadi memiliki peran yang besar dalam kisah Mahabharata. Dia mempertanyakan banyak hal, tetapi di kemudian hari dia menjadi barang taruhan. Dia menggugat dengan caranya sendiri dan terus mencari keadilan hingga akhir cerita.”

    The great question that has never been answered, and which I have not yet been able to answer, despite my thirty years of research into the feminine soul, is “What does a woman want?” (Sigmund Freud)

    drupadi, oh drupadi..

  22. Sep 2, 2008 at 6:41 pm agung

    pertama - tama , saya sampaikan terima kasih telah membuat sebuah film yang bercerita mahabrata .
    tapi saya harap film ini cerita nya tidak menyimpang dengan kitab mahabrata .
    karena kisah ini bagi kami umat HINDU adalah nyata .
    dan ini terdapat dalam kitab suci kami yaitu kita Veda .

  23. Sep 2, 2008 at 10:06 pm aRuL

    wah hebat deh sudah jadi produser selamat.
    btw katanya diprotesnya filmnya, gimana tanggapan dian?

    *anang pek pertamax, suangar*

  24. Sep 3, 2008 at 8:50 am suarka

    terimakasih telah menjadikan kisah drupadi dalam film yang bagus, namun hati-hati mohon koordinasi dulu dengan kebenaran cerita sehingga tidak menjadi menyinggung pihak lain terutama kami dari umat hindu ok kisah itu merupakan hal yang nyata kami yakini sehingga merasa bersalah kalau ditambah atau dikurangi ceritanya.

  25. Sep 3, 2008 at 2:30 pm vita

    semoga greget ya …. :)

  26. Sep 3, 2008 at 2:51 pm yssy

    maju terus yah!!!
    aq suka bgt sm dian
    selain cantik, cerdas jg…
    aq psti nnton deh!!!
    Met mnjlnkn ibdah puasa yah

  27. Sep 3, 2008 at 4:32 pm adit

    saya harap sih film sebagus yang diinformasikan sekarang,apalagi ada mira lesmana,riri reza dan dian sastro.good luck ya….

  28. Sep 3, 2008 at 4:34 pm adit

    semoga filmnya benar benar sukses ya…

  29. Sep 3, 2008 at 5:20 pm davidlee

    wih akhirnya,udah lama bgt nunggu…but that worth it.
    mbak dian pantes bgt meranin drupadi, karena sama2 cerdas berpendirian kuat pribadi mantap N deffinitly sama2 wanita paling cantik sejagad
    selamat menunaikan ibadah puasa
    mbak kapan2 buka bersama anak2 BMB Cirendeu yuk,dijamin ketemu temen2 lama

  30. Sep 3, 2008 at 9:40 pm wiarta

    di, maju terus dengan drupadi,kami tunggu filmnya ya. jangan berhenti karena kritik. semua kerjaan ada pro dan kontra, tapi kalo niatmu baik, pasti akan sukses. aku nemu blog dr pak ida bhawati putu setia, wakil ketua sabha walaka PHDI pusat, dia menanggapi kritik tentang drupadi dari world hindu youth organisation. aku copy paste di sini ya (maaf agak panjang)

    http://www.jerosetia.blogspot.com/

    RABU, SEPTEMBER 03, 2008
    Tanggapan Saya Untuk Film Drupadi

    Om Swastyastu
    Salam,

    Saya sudah membaca press release WHYO mengenai film Drupadi dan saya ingin memberi tanggapan yang panjang terhadap press release tersebut untuk memperjelas masalahnya. Tanggapan ini boleh diabaikan atau mau didiskusikan lagi dengan saya, silakan saja, hanya perlu kesabaran jika saya tak cepat menanggapi, semata-mata karena kesibukan melayani umat.

    1. Saya ucapkan terimakasih atas perhatian WHYO yang memberi masukan terhadap film Drupadi, yang diangkat dari kisah klasik Mahabharata. Sebagai seorang budayawan dan rohaniawan Hindu, saya setuju menyebut Mahabharata sebagai karya klasik karena ini adalah karya yang sudah ribuan tahun ada dan selalu menjadi bahan inspirasi bagi banyak orang. Puluhan film dan ratusan pertunjukan seni dengan berbagai tafsirnya sudah pernah ada dengan mengambil kisah klasik dari khazanah budaya Hindu ini. Bahkan pernah dibuat film Mahabharata dengan menafsirkan tokoh-tokohnya yang “menyimpang” dari karakter seperti yang dikenal di Nusantara, saya lupa judulnya tetapi seorang seniman Bali yaitu Made Tapa Sudana ikut membintanginya. Seniman Bali pun dalam pertunjukan teater (utamanya wayang kulit) berkali-kali menafsirkan kisah ini dengan bebasnya, tanpa mengubah alur pokok. Semuanya adalah sah-sah saja, seperti halnya kita tak pernah tahu – dan selalu terbuka sebagai sebuah perdebatan – yang mana versi Mahabharata yang asli. Atau adakah yang asli dan siapa yang berhak menyebutnya itu asli?
    2. Dalam ajaran Hindu, Mahabharata bukan kitab suci. Kitab Suci Hindu sudah sangat jelas, yakni: Weda, wahyu Tuhan yang diterima oleh Sapta (7) Rsi. Kitab Suci Hindu bukan karangan manusia, meski manusia itu Rsi sekalipun. Weda terdiri dari 4 kitab, yakni Atharwa Weda, Sama Weda, Yajur Weda dan Reg Weda. Kitab inilah yang dijadikan rujukan baik dalam ritual maupun amalan agama. Karena ke empat Weda ini terdiri dari sloka yang sangat rumit, kemudian kitab Bhagawadgita dijadikan Pancamo Weda, artinya tergolong Weda kelima.
    3. Mahabharata dalam sastra budaya Hindu tergolong Ithiasa. Ithiasa ini maksudnya adalah kisah-kisah yang bisa dijadikan sesuluh (pedoman) dalam kehidupan di masyarakat, yang baik dibuang, yang bagus ditiru. Jadi dalam Ithiasa ada kisah baik dan ada kisah buruk. Kitab Suci sebagai Wahyu Tuhan, mana ada yang buruk? Banyak kitab yang digolongkan itihasa, yang terkenal lainnya selain Mahabharata adalah Ramayana. Sekali lagi Ithiasa bukan Kitab Suci.
    4. Belakangan, dengan munculnya kelompok-kelompok aliran dalam Hindu yang biasa disebut Sampradaya (system perguruan), memang ada satu sampradaya yang bernama Waisnawa dan mengklaim Mahabharata sebagai kitab suci, hanya karena di dalam Mahabharata itu ada wejangan Krisna kepada Arjuna yang dikenal sebagai Bhagawadgita. Namun pendapat ini bukan dianut oleh sampradaya yang lain, termasuk umat Hindu yang tidak bergabung dalam salah satu sampradaya (mayoritas umat Hindu di Nusantara).
    5. Karena Mahabharata bukan kitab suci, maka pelaku-pelaku dalam karya klasik ini bukan dipuja sebagai Ista Dewata (Dewa atau Dewi). Dalam ritual Hindu sama sekali tak ada Dewi Drupadi sebagai Istadewata. (Contoh Dewi dalam Istadewata, antara lain, Dewi Durga, Dewi Uma, Dewi Sri, Dewi Laksmi, Dewi Saraswati – dan ini ada pujanya). Drupadi, kalau pun diberi embel-embel Dewi – meski jarang sekali orang Bali memberi embel-embel Dewi untuk Drupadi – itu semacam penghormatan kepada seorang perempuan agar berperilaku seperti Dewi. Saya kira di Nusantara ini ada ratusan wanita bernama Dewi di depannya. (Apa Dewa atau Dewi itu Tuhan? Tidak. Ah, baca buku saya: Kebangkitan Hindu Abad 21. Di situ jelas disebutkan, apa itu Tuhan, apa itu Dewa, apa itu Bethara, suatu hal yang dirancukan di kalangan masyarakat awam umat Hindu).
    6. Bhima tak pernah menyembah Dewa? Memang begitulah versi Mahabharata yang mengakar dalam budaya Hindu. Tak pernah ada versi yang menyebutkan Bhima sebagai penyembah Dewa dalam pengertian phisik, meski hati Bhima selalu membela kebenaran (dharma). Dalam sebuah cerita disebutkan, karena Bhima harus menyembah Dewa pada saat-saat akhir kehidupan Pandawa, Yudistira kemudian melakukan “rekayasa”. Bhima diminta memperlihatkan kukunya yang sakti itu, karena Bhima memang suka dipuji jika menyangkut kesaktian dan kejantanan dan dia juga polos, maka diperlihatkanlah kukunya itu. Sikap ini kemudian “disimbulkan” sebagai “sudah menyembah”. Apa yang dipetik dari pelajaran ini? Orang yang berada dalam jalan dharma, tidak harus pamer menyembah ini menyembah itu, sembahyang ini sembahyang itu, dengan hati yang tulus dan bersih pun dia sesungguhnya menjalankan ajaran agama (dharma). Lalu, yang mana benar? Tentu tak ada yang tahu, karena penyusun Mahabharata itu sendiri sudah ribuah tahun tiada. (Di Indonesia ada puluhan buku tentang Mahabharata, dan Pustaka Manikgeni dalam waktu dekat ini akan menerbitkan Mahabharata yang ditafsirkan oleh Prof. Wayan Nurkancana).

    Demikian tanggapan saya, kalau memang diperlukan bahan-bahan, Sabha Walaka (sejenis Dewan pakar dan dewan penasehat) Parisada Hindu Dharma Pusat sudah menerbitkan buku tentang kontroversi Mahabhatara dan Ramayana ditulis Prof. Dr. Made Titib (salah satu wakil Ketua Sabha Walaka), bukunya tebal sekali dan harganya Rp 90.000 lebih, penerbit Paramita Surabaya. Majalah Hindu Raditya pernah membuat cover story tentang: “Mahabharata dan Ramayana, Fiksi atau Sejarah?’ (Informasi lengkapnya email raditya_majalah@yahoo.com atau di webnya).

    Akhirnya kepada produser yang membuat film Drupadi, saya mendukung pembuatan film itu untuk lebih memperkenalkan Mahabharata di kalangan masyarakat sehingga bisa mengambil manfaat dari kisah klasik adiluhung itu. Tentu saja penafsiran Anda, cocok atau tidaknya, akan dijawab oleh masyarakat (penonton), kalau baik akan digemari kalau buruk akan ditinggalkan.

    Salam hangat
    Om Shanti, Shanti, Shanti, Om

    Ida Bhawati Putu Setia
    Wakil Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat
    Pendiri Pesraman Dharmasastra Manikgeni
    Email: jerosetia@yahoo.co.id
    Diposting oleh Ida Bhawati Putu Setia di 9/03/2008 01:39:00 PM

  31. Sep 5, 2008 at 9:16 am mm

    konon di protes ma perkumpulan agama hindu ya ?

  32. Sep 5, 2008 at 1:50 pm ty

    salam kenal mbak Dian..
    sukses buat Drupadi nya, saya seneng banget ada yang mau mengangkat kisah - kisah pewayangan ke layar lebar, biarpun saya belum tahu hasilnya seperti apa, tapi kalo dilihat dari orang - orang yang terlibat sih saya optimis sama pelem ni .

    Drupadi = Dian Sastrowardoyo

  33. Sep 5, 2008 at 5:02 pm ncit

    ga sabar buat tungguin, moga2 memang bagus dan memiliki pesan tersirat yg dapat dipahami oleh semua penontonnya.

  34. Sep 7, 2008 at 7:45 am sarah

    gue udah pernah baca mahabharata. it was one hell of a book! incredible, amazing, breath-taking, meaningful.
    and im really looking to watch Drupadi. di Jiffest ya release-nya? sipp kalo gitu gue pastikan untuk dateng ke jiffest taun ini.
    semoga ekspektasi gue terhadap film ini ga terlalu besar. jadi waktu nonton nanti jg ga bakal merasa kecewa.
    the best of luck for Drupadi :)

  35. Sep 7, 2008 at 5:47 pm Jobdon

    Tertarik dengan Visi dan Posting terujung Sdr. Ida Bhawati Putu Setia
    Pustaka Manikgeni dalam waktu dekat ini akan menerbitkan Mahabharata yang ditafsirkan oleh Prof. Wayan Nurkancana + kalau memang diperlukan bahan-bahan, Sabha Walaka ( sejenis Dewan pakar dan dewan penasehat) Parisada Hindu Dharma Pusat sudah menerbitkan buku tentang kontroversi Mahabhatara dan Ramayana ditulis Prof. Dr. Made Titib + Majalah Hindu Raditya pernah membuat cover story tentang: “Mahabharata dan Ramayana, Fiksi atau Sejarah ? + mendukung pembuatan film itu untuk lebih memperkenalkan Mahabharata di kalangan masyarakat sehingga bisa mengambil manfaat dari kisah klasik adiluhung itu. Tentu saja penafsiran Anda, cocok atau tidaknya, akan dijawab oleh masyarakat (penonton), kalau baik akan digemari kalau buruk akan ditinggalkan .

    Salam hangat Kembali , dari Lingkup Rukun Umat + Keluarga : “ Tengah masa “ Menjalani Bulan Suci Ramadhan .

    Ketertarikan saya dengan Kisah Wayang – Semenjak masih Ngompol + Awal Belajar Membaca , yang memberi Rangsangan Minat Study of Course saya diwaktu itu adalah Komik RAMAYANA – karya R A . Kosasih , terbitan awal 70’an - Di usia Kepala empat ini , saya termasuk yang sudah Ulang kali masuk Sumur – Bathin , Giang Ruang Isi kepala Para pujangga & Maharsi Jaman Pra Listrik , Menelaah ini –Menelaah Itu – Termasuk Nyekseni atau “ Midhangetakhen “ pagelaran Wayang Kulit - Sampai Mengalami Tingkat : PENGEN NIYE bikin Versi sendiri Ramayana : The Monkey’s Of Ramaian - Bekantan Kera Kalimantan Simbol DUFAN , sebagai contoh dimana saya Bisa Bebas berkreasi Ilusi - karena Semata Mengilustrtasikan Urusan Lingkungan “ MONYET “ yang diantaranya SUBALI - SUGRIWA - HANUMAN - Hanggada Flying Dutch man = Jelmaan Negri Belanda .

    Jelamaan NKRI dalam Kisah Ramayana = Double Fantasy : panjenengan Sri Rama - makna Bawah sadarnya = KONSTITUSI + Dewi Shinta = KITA BELA - yang refleksi Pengertiannya seperti Sepasang Sepatu Budi – Pekerti , HIDUP dan Nyawanya - Kontitusi dan Pembelanya – Negara dan Warga Negaranya = Dua Buah mata atau Lubang Hidung untuk Berwawasan dan Bernafas . - * Jadi Lebih Sebagai Kisah PERUMPAMAAN = SINOM “ Dhandang “ Gulo : Sweet Child O Mind – Guns N roses Misalnya = Lyirik lagu yang tidak seperti Percakapan sehari – hari . - *

    Pun Demikan dengan Al Kisah Ringgit Purwa : Wayang Jet – Zet “ KUATO AER “ ( ? ) Istilah Kuat duit + LANCAR seperti air - TAJIR nian yang Laik jadi Producer Kisah Wayang - Perlu duit Seabrek – karena bergantung dengan Urusan WOW - Java Script : HONO COROKO - Eletric magic ( Thriller )The Great Gig in the Sky “ KURUSETA “ ( PINK FLOYD ) BHARATA YUDHA - karena Jika dibuat Murahan – paket sayang anak = Begitu pula dengan Tingkatan rasa Syukur dan Ucapan Terima kasih – pada sang Penurun Disiplin Ilmu Cahaya Pink Floyd ataukah Diskotik . Kisah Wayang diabad 21 Jika di filmkan – Hukumnya = LHAILLA HA ILLALLAH ; Junggring Saloka - JUGHRUK BANDARONO = BANGKRUT MODALIN ! Harus berani habis – habisan = TEKHAN SAK MONO . - *

    UNTIL IT SLEEPS - METALLICA
    Where do I take this pain of mine - I run but it stays right by my side
    So tear me open, pour me out - These things inside they scream and shout
    And the pain still hates me - So hold me until it sleeps

    Just like a curse, just like a stray - You feed it once and now it stays
    Now it stays - ; So tear me open, but beware - There’s things inside without a care
    And the dirt still stains me - So wash me until I’m clean

    It grips you so hold me - It stains you so hold me - It hates you so hold me - It holds you so hold me
    Until it sleeps… – So tell me why you’ve chosen me Don’t want your grip Don’t want your greed -
    Don’t want it _ : Ill tear me open, make you gone - No more can you hurt anyone - And the fear still shakes me , So hold me until it sleeps , I don’t want it…..no

    It grips you so hold me It stains you so hold me - It hates you so hold me , It holds you, holds you , holds you
    Until it sleeps… – So tear me open , but beware
    The pains inside without a care - and the dirt still stains me
    So wash me till I’M Clean : Ill tear me open, make you gone
    No longer will you hurt anyone - And the hate still shakes me
    So hold me until it sleeps : Until it sleeps . – *

    Dan Salam Hormatku untuk all in all Artis , seniman dan Cendikia Pendukung Gelaran Kisah Purwa Syahdan Tersebut - Semoga Sukses dan Lumyan Betah Nggulo - Wentah Budaya Wayang - yang diyakini Budaya + Selera Pribadi Bunda Bumi - Planet yang Kita Tempati = Melayani Cita Rasanya : Ndoro Penthung - Bumi Ibu All in all Galaxy

    Wassalam .

  36. Sep 8, 2008 at 2:56 pm Melon

    ya….dunia ini dapat berjalan … karena tiap manusia dilahirkan dengan memiliki beragam pemikiran dan potensi yang berbeda, semua wajib dilihat dalam sudut pandang yang luas dan merata, tanpa mengabaikan peranan hati dalam memutuskan sebuah keseimbangan.

  37. Sep 9, 2008 at 9:33 am kaka

    jadi pengen lihat neh cepat2 film Drupadi…he8

  38. Sep 9, 2008 at 12:53 pm nh18

    Hmmm …
    Ini akan menjadi film yang bagus sepertinya …

    Salam saya …

  39. Sep 9, 2008 at 2:00 pm enggar

    wah, desember ya releasenya? mesti sabar nie…

Halaman: 1 2 » Show All

Post a comment