April 22nd, 2008

wira usaha muda mandiri part 2

Dari beberapa comment tentang posting-an roadshow WMM, yang paling banyak adalah pertanyaan: apa sih WMM itu? dan gue sebenarnya di situ ngapain?

Rasanya kurang fair kalo gak cerita dari awal ya. The basic problem is: gue punya banyak bahan untuk ditulis, tapi untuk memindahkan isi kepala gue ke tulisan di blog, rasanya butuh perjuangan sendiri, nyari waktu di antara hal-hal lain yang harus gue kerjain juga ( another excuse of being a not–so-organized person-a.k.a pemuaaalas hohoho)

WMM atau wirausaha muda mandiri adalah program CSR(corporate social responsibility) Bank Mandiri yang intinya mengajak generasi muda, terutama dari kalangan mahasiswa, untuk mengubah mindset dari nyari kerja setelah lulus, jadi menciptakan lapangan kerja dengan jadi wirausaha( istilah kerennya “entrepreneur” lah)

Kenapa gue jadi bisa ikutan di dalam program ini adalah karena pertama-tama gue jadi MC buat acara awarding night Wirausaha Muda Mandiri, kalo gak salah bulan Oktober (atau November ya?). Ternyata sebelumnya ada workshop-nya juga (yang ternyata keren banget dan gue nyesel abis gak ikutan). Bayangin, pembicaranya top semua: Hermawan Kertajaya, TP Rachmat, Bapak Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Ir. Ciputra, dll

Nah, di acara itu, gue dapat info yang bikin gue kaget banget. Ir. Ciputra bilang bahwa: buat jadi negara maju, diperlukan paling sedikit 2% dari penduduknya adalah entrepreneur. Kalo nggak salah*, di Singapore ada sekitar 7 %, Amerika punya 5 %, SEMENTARA di Indonesia?????………Cuma kurang dari 0,18 % saja yang entrepreneur. Fakta ini cukup membuka pandangan gue tentang hal ini, karena terus gue baru tau bahwa bisnis-bisnis kecil, bisnis mikro, atau usaha-usaha kecil menengah itu adalah jajaran terdepan dalam perekonomian suatu negara. Sebelumnya gue mikirnya kata ‘enterepreneur itu hanya berlaku untuk pengusaha-pengusaha besar yang udah jadi konglomerat gitu. Sejak itu, gue antusias banget bahwa angka kurang dari 0,18% itu harus berubah, harus naik.

Sekitar sebulanan kemudian, mbak Nina dari Bank Mandiri menghubungi mas Wisnu dan menanyakan kemungkinan kerja bareng sebagai duta program WMM. Of course gue seneng banget dan langsung setuju. Tadinya gue sempat berpikir, setelah workshop waktu itu, apa lagi kelanjutannya ya bank Mandiri dalam mewujudkan rencananya untuk mencetak wirausahawan-wirausahawan muda? Maksud gue, setelah faktanya dijabarkan, ada nggak sih solusi atau opsi untuk keluar dari masalah itu? Ternyata, mereka serius banget mikirin dan hasilnya adalah program WMM ini.

Singkatnya, setelah beberapa kali pertemuan dan presentasi(termasuk fit and proper test dalam rapat bidang), gue resmi ditunjuk jadi duta WMM.

Gue mikir sederhana aja, I’m not a superwoman, tapi gue percaya bahwa hal-hal besar itu bermula dari sesuatu yang kecil. Jadi saat gue ditawarin buat ambil bagian dari sebuah program yang bertujuan menaikkan angka 0,18 % jadi 2 % saja setidaknya, opsi apa lagi yang gue punya selain dengan antusias menyambutnya?

Selain jadi juru bicara dan mensosialisasikan program WMM, gue juga dituntut untuk menjadi contoh entrepreneur, which is sebenarnya gue dan management team di belakang gue juga udah lama banget sudah punya beberapa rencana bisnis yang akan dikerjakan. Makanya, konsekuensi dari status gue sebagai duta WMM ini otomatis bikin deadline dari rencana-rencana bisnis kami jadi maju semua. (Huiiihihihiii…., again the not-so-organised person,…. Huuuuhuhuuuuu)

Kemudian kita workshop ke beberapa kota…Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Surabaya, Palembang dan minggu lalu ke Medan n abis ini masih ada beberapa kota lagi yang harus didatangi

Guys, seru bangeeeeeet!

Di samping ketemu temen-temen mahasiswa, sekarang gue punya keluarga baru nih, ada tim PKBL (Program kemitraan dan bina lingkungan) dan micro business yang punya gawe : Pak Suko, mBak Nina, mBak Lysa and all Mandiri team, lalu dari Indonesia Lima (Rayes, mas Nito, Miky-Miko cs), kemudian new member of trio cemonk : Artika –Revi, dan pemenang WMM tahun lalu : Hendi, Saptuari, Elang. Dan ujung-ujungnya, habis kerja, langsung urusan perut yang dipikirin. Berwisata kuliner di mana lagi ya?

Satu lagi, gue salut dan angkat jempol buat kesungguhan Bank Mandiri. Di tiap workshop, direktur-direkturnya terjun langsung, and you know what? gak cuma seremonial, tapi langsung jadi moderator buat hamper semua sesi diskusinya dan ngasih rangkuman di akhir acara. Bahkan waktu di Surabaya, Pak Agus Martowardojo sendiri yang jadi moderator di sesi bareng Ir. Ciputra. Wooow! Banyak ilmu dan contoh yang bisa dipelajari banget….!!!!!

Waduh,ternyata panjang juga intro tentang WMM ya. Gue rencananya mau nulis apa yang ada di kepala, terus ngedit dan ngilang-ilangin bagian yang gak perlu, tapi kok ternyata gue suka semua J

*(correct me if I’m wrong, does anybody have an accurate number? please share!)

There are 146 comment for this entry.

  1. May 11, 2008 at 6:19 pm prast

    moga gak jadi komentator nomer buncit

  2. May 11, 2008 at 7:17 pm Wimbo

    Waow….seorang Dian Sastro interest dengan para wirausaha…belum ada comment dan hanya menunggu hasil dan keteguhannya dalam ikut berjuang…

  3. May 11, 2008 at 8:25 pm Aninda

    Guys,
    Menanggapi beberapa comment, gw mau sharing nih…
    Minggu lalu gw ketemu dan sempat diskusi lama dgn Pak Ciputra. Beliau menyampaikan bhw perlu effort yg besar utk mengubah bangsa ini menjadi bangsa yg maju, salah satunya adl dgn menciptakan entrepreneur baru (min indikator adalah 2% dari populasi penduduk di Indonesia)
    Upaya itu harus ada keterlibatan GABS (Goverment, Academy, Business, Society).
    Selain itu, utk menumbuhkan jiwa entrepreneuship sehrsnya dimulai sejak msh kanak-kanak, karena pertumbuhan otak pd umur 6 thn adl 95% dan hrsnya diisi dgn kreatifitas bukan dgn hafalan.
    Nah, disinilah perlu perubahan dlm sistem pendidikan (Academy) kita yg ternyata sementara ini hanya mampu mempersiapkan lulusan PTN/PTS utk jadi pencari kerja, bukan utk berani menciptakan lapangan kerja
    (di materi kuliah pun ada kewirausahaan, tapi hanya teori kan ?)
    Sementara kita terbuai dgn paradigma dan selalu ingin jadi pegawai (…safety player…). Padahal kondisi saat ini sangat tak memungkinkan hal itu.
    Bayangin aja…, 750 RIBU LULUSAN PERGURUAN TINGGI SAAT INI JADI PENGANGGURAN… (serem kan ?) Trus bangsa kita ini mau jadi apa ?

    Guys,
    Bukan hanya itu masalahnya, dari sisi keluarga pun (Society) ingin anaknya cepet lulus kuliah dan cepet dpt kerja di perusahaan tertentu. Bahkan klo kita punya pacar pasti pertanyaan keluarga adl : Kerja dimana ???
    Yaahh, ini adalah peninggalan paradigma jaman kolonial yang hrs kita kikis habis. Memang sih, dulu rakyat jarang yang jadi Saudagar (kecuali suku bangsa tertentu), semua inginnya jadi kaum priyayi.

  4. May 11, 2008 at 8:43 pm Aninda

    Nyambung comment gw sebelumnya…. (ttg GABS-nya P’Ci)

    Dari sisi Business, apa yg dilakukan Bank Mandiri adl BRILLIAT….! (bahkan P’Ci pun mengacungkan jempolnya…hebatttt…)
    Penciptaan entrepreneur terutama dari anak muda sdg diupayakan oleh Bank Mandiri dlm CSR-nya. Bukan hanya workshop, banyak program2 yang akan di-release oleh Bank Mandiri.

    Coba buka website http://www.bankmandiri.co.id, disitu ada Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri. Formulirnya juga bisa langsung di-download.

    Ayo guys …., buktikan bahwa KITA SEBAGAI GENERASI MUDA MAMPU MENJADI GENERASI YANG MAU BERUBAH…. Piiisssssss

  5. May 13, 2008 at 12:11 am Andre

    Lho? Yang ditawarkan ama Mandiri dari program WMM itu apaan sih? kok gak disampein di postingan ini sekalian? jadi penasaran neh..:D

  6. May 13, 2008 at 1:43 pm arimurti.com

    Halo Mbak Dian, kok blognya gak pernah diupdate lagi sih…kangen baca2 tulisan Mbak Dian.

    http://www.arimurti.com
    Freelance Web Designer & Internet Marketing Online
    Update : Awas! Ditemukan Virus Pada Firefox Language Pack

  7. May 13, 2008 at 3:03 pm nana

    wah mba suka bgt aku baca tulisannyaa,.. abis aku lagi bikin thesis ttg entrepreneur di indonesia yang masih kurang bgt. trus gimana pendidikan bisa mengatasi itu..
    mau dong mba aku ikut2 acaranya.. hehehe…
    thx

  8. May 14, 2008 at 3:40 pm Panda

    halo dian, beruntung dapat blogmu. aku baca-baca dulu ya.

  9. May 16, 2008 at 12:07 am kezia

    mba dian kalo ngajuin wmm ke bank mandiri itu gimana?? akyu pengen buka usaha,,,!! trus pake jaminan apa, dan batas maksimal brapa besar dan dalam jangka waktu brapa taun utnuk di kembaliin??thanx yah mba,,,sekedar informasi, akyu kuliah,,,

  10. May 16, 2008 at 4:40 am afi

    kalo ku tanyain milih mana jadi enterprenur tp berpenghasilan kecil sama ikut kerja ma orang tapi punya penghasilan lebih gede ?? mbak dian bisa jawab ga sih….
    itulah napa di indo ga banyak enterprenur

  11. May 16, 2008 at 4:15 pm Alpha

    good luck miss D……..
    saya setuju bahwa persentase enterpreneur itu berbanding lurus dengan kemajuan suatu negara tetapi apakah semangatnya cuma merubah 0.18% menjadi 2% bagaimana dengan market?? dikomparasi dengan kebutuhan riil masyarakat itu sendiri?

  12. May 19, 2008 at 2:58 am iyan

    Hai Dian. Wah ga yangka klo Dian Sastro bukan wanita biasa… hehe( Wanita yang penuh energik) Maksih lo atas informasinya, sangat ngebantu sekali terutama bagi yang belum mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Setuju apa yang di ucapkan dian pada posting ini. Klo bener WMM bisa berhasil dalam misinya, udah pasti akan mengurangi pengangguran di Negara ini karena lapagan kerja akan semakin meninggkat. OK deh Ditunggu aja Kabar selanjutnya, Moga berhasil ya WMM ya biar Indonesia bisa mengurangi angka Penganguran.
    Makasih.. Memeng Dian bisa juga sebagai Pionir bangsa… salaut buat Mandiri Walaupun masih ada keterkaitan dengan BUMN tapi gpp mungkin program ini merupakan salah-satu solusi untuk memperbesar lapangan pekerjaan guna mengurangi pengangguran.

  13. May 19, 2008 at 6:04 pm raisa

    hei tante dian.

  14. May 19, 2008 at 9:09 pm Anak Autis

    Memang sudah saatnya bangsa Indonesia (pemuda) kita lebih mandiri. Kita sudah terlalu lama minded ama pikiran ketergantungan kerja pada orang lain, pendaftaran pegawai negeri selalu full booked.
    Semoga generasi muda kita mau lebih mandiri.
    Sukses selalu buat kamu.
    Kapan WMM mampir ke Malang ?? Kabari yah.

  15. May 19, 2008 at 11:14 pm vic

    saya penggemarnya mbak dian sejak mbak dian maen di film Si Doel Anak Sekolahan sampe yang terakhir di Iron Man

  16. May 20, 2008 at 2:12 am achmad harris,makassar

    Sebenarnya informasi tentang indonesia kekurangan enterpreunersip sejak akhir 2007 dan memang pak ciputra yg menggagas dan getol mengkampanyekan hal itu.Bahkan kalau tidak salah,Pak ciputra itu memimpikan untuk membuat satu kota enterpreunersip.
    Pak Ciputra lagi nyari tempat yg tepat.Pemerintah sendiri memang harus getol menciptakan banyak enterpreuner baru,cuma kendalanya adalah kompetensi mahasiswa kita tidak diarahkan sejak dini untuk menjadi enterpreunersip.
    Selain itu menurut saya,paradigmanya masih cukup dangkal.
    Padahal sebenarnya banyak banget yg bisa menjadi peluang usaha di Indonesia.
    Saya teringat dengan pernyataan kalo tidak salah pak Anton Apriyantono bahwa Singapura yg ngga’ punya lahan,koq bisa gitu banyak wirausahanya dibidang agrobisnis pdhal secara kasat mata mana ada sawah dan kebun dinegara pulau itu.
    lha…kita indonesia yg Alhamdulillah,punya tanah yg luas dan subur,koq wirausaha bidang agrobisnisnya sangat kurang,inikan ironis banget!
    Setelah saya,membaca berbagai macam referensi,meanganalisa,memikirkan dan merenungkan berbagai informasi dan data yg ada,saya mengambil kesimpulan(dan mudah2antidak salah)bahwa kurangnya enterpreuner di negara kita,karena bangsa kita terbiasa dengan budaya konsumtif artinya hanya sebagai pemakai yg parahnya memakai bukan berdasarkan azas manfaat tapi lebih cenderung untuk prestise dan sudah gitu import lagi.
    Mau jadi apa bangsa dan negara kita ini,kalo perdagangan bebas sudah diberlakukan ? sudah pastilah…kita hanya jadi penonton dan penikmat,sementara disisi lain untuk menikmati barang dan jasa dari negara lain memerlukan duit,kita ngga’ punya duit,ngambil dimana coba?ngutang lagi ?
    Uhmmm….banyak banget hal salah di Indonesia dan itu lebih banyak diciptakan oleh pemerintah sendiri.Perbankan kita lebih mengakomodasi permohonan kredit konsumtif dibanding kredit usaha,saya tidak ingin berbicara angka tapi anda bisa lihat sendiri,begitu banyak penjualan motor dan mobil setiap tahunnya,begitu banyak pembelian barang elektronik dan gadget.
    Bahkan produsen gadget menjadikan Indonesia sebagai pasar utama dan melaunching produknya pertama kali di Indonesia,itu karena mereka paham betul karakter orang Indonesia yg konsumtif dan selalu mau tampil gaya.
    Jadi menurut saya,yg paling mendasar sebelum kampanye enterpreunersip itu berlanjut dan tidak menjadi program sia-sia,sebaiknya pemerintah harus memberikan dulu penyadaran kepada rakyat untuk tidak menjadi orang konsumtif dan egois dalam memanfaatkan dananya.kemudian,diperlukan langkah pemerintah untuk memotivasi dan menstimulan otak orang Indonesia untuk selalu mau belajar,bekerja professional dan berbudaya.
    Jangan sampai,bantuandana yg diberikan hanya untuk memenuhi nafsu konsumtifnya.Dan saya percaya bahwa Dian Sastro bisa memberikan contoh yg baik menjadi orang yg membeli dan memiliki sesuatu berdasarkan azas manfaat.

  17. May 20, 2008 at 10:25 pm Dery

    heyya! nice post… really adore you of what you oddly thinkabout how you see the world from ur point fo view…

    minta izin juga masukin alamat blognya ke link blog gua yak!
    hopefully u have lil time to stop by. danke..

    congrats for being an ambassador!!
    :)

  18. May 22, 2008 at 12:17 am vividtrader

    koq sudah lama blognya gak diupdate?? sibuk ya?? maen ke blogku ya……

  19. May 22, 2008 at 1:13 pm Qie

    Ayikk ya, sumpah keren abizz……..

  20. May 23, 2008 at 3:25 am gresiknews

    Selamat ya mbak Dian. sukses. salam kenal. trims.yani elbanis. 081357333777

  21. May 23, 2008 at 1:10 pm enno

    hai, dian… ayo dong posting lagi… semua udah pada nunggu! :)

  22. May 24, 2008 at 2:29 pm wahyu

    Sangat mendukung bahwa kebangkitan bangsa harus dimulai dari kebangkitan kaum muda, yang berinisiatif untuk membangun masyarakat mandiri> Bangsa ini tidak pernah akan mampu untuk menciptakan pekerjaan yang akan mengurangi angka pengangguran nyang signifikan. hanya warga negaranyalah yang akan mampu berkontibusi bagi pengurangan angka pengangguran.
    VIVA

  23. May 26, 2008 at 4:29 am antok

    sumpah gw sirik liat blog ini, layoutnya jelek bolong-bolong, yang punya sok artis (emang artis),isinya gak mutu gak bisa jadi referensi ngerjain Pe-eR sekolah apalagi buat belajar menghadapi Unas,udah gitu suka nongol klo dicari di google,yang punya suka nongol di tipi,klo gw punya mantan yang bikin blog seperti ini pasti langsung gundul sangking betenya dimana-mana muncul,yah nasib jadi orang cakep dituntut kliatan cerdas biar ga dianggap modal tampang doang, mending orang jelek bisa jadi diri sendiri

  24. May 26, 2008 at 5:36 pm meerry

    kpn diadain dipontinaak

  25. May 27, 2008 at 6:34 am eevooi

    salam kenal mba dian…
    selamat ya.. !
    mudah-mudahan WMM bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan..
    semoga Bank Mandiri dapat mempermudah pengucuran kredit untuk permodalan bagi wirausahawan muda, karena saya kira itu modal utama bagi wirausahawan muda…
    dan juga semoga bangsa kita bukan lagi menjadi bangsa kuli seperti ucapan yang dulu sering bung Karno dan bung Hatta sampaikan bahwa bangsa Indonesia merupakan “eine Nation von kuli und kuli unter den Nationen”…

    wassalam…

  26. May 27, 2008 at 11:04 am arsianto

    wahhh boleehh donnkkk tanya.tanya wmm nihhh
    cari infonya dimana nyak tante dian ??

Halaman: « 1 2 3 4 Show All

Post a comment