Dari beberapa comment tentang posting-an roadshow WMM, yang paling banyak adalah pertanyaan: apa sih WMM itu? dan gue sebenarnya di situ ngapain?
Rasanya kurang fair kalo gak cerita dari awal ya. The basic problem is: gue punya banyak bahan untuk ditulis, tapi untuk memindahkan isi kepala gue ke tulisan di blog, rasanya butuh perjuangan sendiri, nyari waktu di antara hal-hal lain yang harus gue kerjain juga ( another excuse of being a not–so-organized person-a.k.a pemuaaalas hohoho)
WMM atau wirausaha muda mandiri adalah program CSR(corporate social responsibility) Bank Mandiri yang intinya mengajak generasi muda, terutama dari kalangan mahasiswa, untuk mengubah mindset dari nyari kerja setelah lulus, jadi menciptakan lapangan kerja dengan jadi wirausaha( istilah kerennya “entrepreneur” lah)
Kenapa gue jadi bisa ikutan di dalam program ini adalah karena pertama-tama gue jadi MC buat acara awarding night Wirausaha Muda Mandiri, kalo gak salah bulan Oktober (atau November ya?). Ternyata sebelumnya ada workshop-nya juga (yang ternyata keren banget dan gue nyesel abis gak ikutan). Bayangin, pembicaranya top semua: Hermawan Kertajaya, TP Rachmat, Bapak Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Ir. Ciputra, dll
Nah, di acara itu, gue dapat info yang bikin gue kaget banget. Ir. Ciputra bilang bahwa: buat jadi negara maju, diperlukan paling sedikit 2% dari penduduknya adalah entrepreneur. Kalo nggak salah*, di Singapore ada sekitar 7 %, Amerika punya 5 %, SEMENTARA di Indonesia?????………Cuma kurang dari 0,18 % saja yang entrepreneur. Fakta ini cukup membuka pandangan gue tentang hal ini, karena terus gue baru tau bahwa bisnis-bisnis kecil, bisnis mikro, atau usaha-usaha kecil menengah itu adalah jajaran terdepan dalam perekonomian suatu negara. Sebelumnya gue mikirnya kata ‘enterepreneur itu hanya berlaku untuk pengusaha-pengusaha besar yang udah jadi konglomerat gitu. Sejak itu, gue antusias banget bahwa angka kurang dari 0,18% itu harus berubah, harus naik.
Sekitar sebulanan kemudian, mbak Nina dari Bank Mandiri menghubungi mas Wisnu dan menanyakan kemungkinan kerja bareng sebagai duta program WMM. Of course gue seneng banget dan langsung setuju. Tadinya gue sempat berpikir, setelah workshop waktu itu, apa lagi kelanjutannya ya bank Mandiri dalam mewujudkan rencananya untuk mencetak wirausahawan-wirausahawan muda? Maksud gue, setelah faktanya dijabarkan, ada nggak sih solusi atau opsi untuk keluar dari masalah itu? Ternyata, mereka serius banget mikirin dan hasilnya adalah program WMM ini.
Singkatnya, setelah beberapa kali pertemuan dan presentasi(termasuk fit and proper test dalam rapat bidang), gue resmi ditunjuk jadi duta WMM.
Gue mikir sederhana aja, I’m not a superwoman, tapi gue percaya bahwa hal-hal besar itu bermula dari sesuatu yang kecil. Jadi saat gue ditawarin buat ambil bagian dari sebuah program yang bertujuan menaikkan angka 0,18 % jadi 2 % saja setidaknya, opsi apa lagi yang gue punya selain dengan antusias menyambutnya?
Selain jadi juru bicara dan mensosialisasikan program WMM, gue juga dituntut untuk menjadi contoh entrepreneur, which is sebenarnya gue dan management team di belakang gue juga udah lama banget sudah punya beberapa rencana bisnis yang akan dikerjakan. Makanya, konsekuensi dari status gue sebagai duta WMM ini otomatis bikin deadline dari rencana-rencana bisnis kami jadi maju semua. (Huiiihihihiii…., again the not-so-organised person,…. Huuuuhuhuuuuu)
Kemudian kita workshop ke beberapa kota…Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Surabaya, Palembang dan minggu lalu ke Medan n abis ini masih ada beberapa kota lagi yang harus didatangi
Guys, seru bangeeeeeet!
Di samping ketemu temen-temen mahasiswa, sekarang gue punya keluarga baru nih, ada tim PKBL (Program kemitraan dan bina lingkungan) dan micro business yang punya gawe : Pak Suko, mBak Nina, mBak Lysa and all Mandiri team, lalu dari Indonesia Lima (Rayes, mas Nito, Miky-Miko cs), kemudian new member of trio cemonk : Artika –Revi, dan pemenang WMM tahun lalu : Hendi, Saptuari, Elang. Dan ujung-ujungnya, habis kerja, langsung urusan perut yang dipikirin. Berwisata kuliner di mana lagi ya?
Satu lagi, gue salut dan angkat jempol buat kesungguhan Bank Mandiri. Di tiap workshop, direktur-direkturnya terjun langsung, and you know what? gak cuma seremonial, tapi langsung jadi moderator buat hamper semua sesi diskusinya dan ngasih rangkuman di akhir acara. Bahkan waktu di Surabaya, Pak Agus Martowardojo sendiri yang jadi moderator di sesi bareng Ir. Ciputra. Wooow! Banyak ilmu dan contoh yang bisa dipelajari banget….!!!!!
Waduh,ternyata panjang juga intro tentang WMM ya. Gue rencananya mau nulis apa yang ada di kepala, terus ngedit dan ngilang-ilangin bagian yang gak perlu, tapi kok ternyata gue suka semua J
*(correct me if I’m wrong, does anybody have an accurate number? please share!)
Apr 26, 2008 at 2:51 am Asmaraning
BANKnya sih emang ga pernah tertarik tuh,but MANDIRInya ketarik, gathuk!.
N kalo ngebahas soal bangsa ini jadi males sama malu rasanya,soalnya semenjak balik kesini,ke negri sendiri dari negeri orang yg disebut oleh org kita “barbar” sana lalu ngeliat kenyataan yang ada,rasanya yah,sekali lagi,Jantung garuda yang berdetak di dalam tubuh ini serasa digebok dan dihujam oleh PALU ARIT!!!.Bangsa berjiwa jemajah,jiwa yg ENAK BANGET BUAT DIJAJAH tapi ngimpi mau jadi mercusuar dunia????. he he he,bahasa hewannya : WAKE UP!!!.
Apr 26, 2008 at 10:27 am Fahmi
saya mendukung mba dian mau jadi duta WMM,, saya juga sudah tau info klo hanya perlu 2% dari penduduk suatu negara jadi entrepreneur maka negara itu bisa maju..
ada info lagi nih: tulang punggung setiap negara maju itu adalah industri manufakturnya, alias industri yang mengubah (bukan merubah ya..) barang mentah atau setengah jadi menjadi barang jadi..liat aja negara2 maju, pasti industri manufakturnya bener2 diperhatiin..
saya sendiri bersemangat untuk menjadi entrepreneur, berhubung saya juga sebentar lagi lulus kuliah..
semangat!!
Apr 26, 2008 at 3:56 pm selfy
aku setuju bamget ma rio.andai semua orang penggemar mbak dian pasti mereka berebut untuk enterpreneur,kan seseorang akan melakukan sesuatu yang di lakukan oleh sang idola.kan mbak udah jadi duta WMM.tapi kapan WMM bakal datang ke jember???????
Apr 26, 2008 at 5:11 pm Ali
yah saya udah jadi pegawa negeri mbak dian. tapi berusaha bermental wirausaha yang profesional dan efisien…ciee. salam mbak dian
Apr 27, 2008 at 9:16 am ayu
Dari dulu juga pengen banget buka usaha, tapi belum kepikiran mau buka usaha apa dengan peluang yang bagus ;) . Congrats ya jadi duta WMM..
Apr 27, 2008 at 1:15 pm sabix
sebenernya definisi atawa kriteria dari wirausaha/enterpreneur sendiri itu apa sih?? apa bener di indonesia gak sampe 0.18%? kalo para pedagang kaki lima (apalagi sebelum banyak kasus penggusuran) dihitung sebagai enterpreneur mungkin lebih dari itu prosentasenya.
salam kenal ach.. buat mbak dian
Apr 27, 2008 at 6:26 pm Multiple Aliases None Ostensibly Verified
Congrats Dian,
I was about to enter the program/contest last year but put if off until the deadline finally passed. Anyways, I started my B2B biz 3 years ago straight after finishing my bachelor’s. I did it alone so I know the difficulties of starting a company without work experience and insufficient capital/funds. (Still living today thanks to Indomie Ayam Bawang :p )
I really hope Bank Mandiri can implement this initiative thoroughly , coz honestly my company’s account is with that bank, but I’ll say that there are other banks which provide better corporate care.
I’m seriously considering changing banks to BCA.
I also tried to get a loan from Mandiri just end of last year but it was difficult to find the right loan program, in the end I got the money from BNI which has a good and easy loan program up to 1bill rupiah (1M - not a lot but not bad).
BNI and Mandiri faced over liquidity last year but Mandiri didnt do enough to make it easy for us looking for the loans, instead it focused on Consumer loan programs (KPR etc). Its a shame, coz I think there r lots of young aspiring people out there that can make do with the money. (More logical than wasting money on changing their logo).
Anyways, I’d be very happy to share my thoughts with you and the guys (and gals) at mandiri (through you ofcourse). If that would ever interest you (perhaps it might help everyone involved), you know my email add, I certainly can’t write too much here. All the best to you as duta WMM, good luck inspiring the nation.
Viele Grusse.
Apr 27, 2008 at 11:47 pm @.......y
Dears
wow.. bravo buat dian…..
gw pemegang almamater kuning tercinta (FEUI) yang statusnya sekarat… (sekarat bukan karena nilai, tapi karena biaya) tapi dengan sekaratnya status gw (cuti pan…jang…., pengen lanjutin tapi rada susah juga ngadepin birokrasi kampus) gw besyukur dengan status sekaratnya kuliah gw sekarang dapet arti hidup yang lebih bagus, ini curhatan awal ya….. : )
Curhatan kedua… (mumpung mba dian lagi jadi duta WMM : ))
dalam masa pencarian hidup gw hijrah ke jogja ngikutin program janji2 gila LSM (yang sebenarnye gw males banget namanya kerja macem LSM karena rata2 bullshit.., n dalam hal ini gw berdua dengan sarjana teknik FTUI yang penuh Idealisme sama kaya gw cuma rada fleksibel) gw n tmn gw pertaruhkan diri di jogja untuk program pemberdayaan masyarakat dimana disana masih dalam suasana rekonstruksi psikologi n ekonomi pasca gempa. Gw dah ngadep sana ngadep sini sampe bupati bantul, gw bw nama LSM yang janjinya mo ngasih program pemberdayaan masyarakat tapi nyatanya ya cuma ngomong doang, tapi semua ini jadi awalan…
sekarang gw dengan semua itu saat ini lagi nikmatin jadi petani, mencoba bantu2 orang, n nikmatin hidup yang lagi ngalir, in the end ada post commet juga buat blog ini
1. jadi petani
Ga sengaja dari perjalan yang hampir setengah tahun membawa gw berkenalan dengan bnyak orang n gw bisa wisata hati paling ga utk bersyukur bahwa nikmat gw lebih baik dibandingin orang2 yang gw temuin, sekarang gw lebih bnyak ngumpul dengan petani n lagi mencoba menjadi wirausahawan (kata orang2 jakarta) tapi bukan wirausaha yang berfikir margin semata, gw dengan petani komitmen membangun sebuah komunitas pertanian besar yang ada di dua lereng gunung di jawa tengah gw mempunyai bnyk tugas rumah yang mengurus prtanian dari hulu hingga hilir n margin yang di dapatpun harus n kudu di bagi untuk tanggung jawab sosial (pendidikan kesehatan n lain2) n juga dari margin itupun dibagi lagi profit sharing dengan petani, margin yang gw dapet brapapun itu tetap gw syukurin karena gw ga harus nyangkul tapi memang rada berat juga karena ngurus pemasaran n keuangan. semua sistem itu gw lakuin karena selama ini kita ga tau sayur yang kita makan ntu hasil dari keringat petani yang selama ini diperas kaum kapitalis (tengkulak) n juga rombongan orang yang punya duit yang cuma mikirin untung doank. petani selama ini harus menjual sayur dengan harga sangat murah tanpa pernah berpikir berapa harga produksi? paling ga BEP lah.. Contohnya? harga kubis yang saat ini kita makan harganya bisa Rp 150/KG sedangkan harga dipasar itu 3000an apa lagi di pasar retail modern bisa ampe 6000an Gila ga???? klo bicara biaya distribusi itu cuma bisa2nya orang yang punya duit, sebenernya setelah gw telusurin murah ko biaya distribusi. sebenernya petani itu bisa beli mercedesbenz (klo ga percaya survey harga aja) tapi mereka ga bisa beli karena faktor pendidikan n ekonomi yang selama ini membelenggu mereka bayangangin aja satu kecamatan sarjana <5 orang (tapi sayang setelah lulus malah jadi kaum kapitalis). Alhamdulillah puji syukur ke kahdirat Allah SWT sekarang gw dengan petani baru bikin perusahaan dengan modal jujur n terbuka n mau berbagi, rejeki dah da yang atur doain aja gw bisa bangun pertanian ergo ekosistem terpadu, ya bisa dibilang proses gw tuk jalanin roda ini baru 80% (ternyata ngerintis usaha itu berat banget bro..), inti dari ini semua jadilah wirausaha muda yang bisa membantu masyarakat, jangan mikirin margin semata Allah itu maha bijak jadi jangn takut, makan keringet n darah orang dosa bro hukumnye…. apapun usahanya yakin aja pasti ada jalan
2. Bantu Orang
saat ini gw n tim gw (ada jga aktivis lingkungan idealis) punya rumusan pemberdayaan masyarakat dengan jalur pengelolaan sampah di masyarakat (ternyata sampah itu emas 22 karat alias ada harganya juga) n sekarang udah tenar karena kmarenan dapat sponsor kampanye sampah dari sampoerna foundation n juga diliput seminggu full ma harian bernas jogja (sekarang jadi artis karena dikejar ma bnyk institusai tuk kerjasama, contohnya anak2 pasca sarjana UGM, cuma ga tau realisasinya apa tim gw cuma jadi budak proyek mereka pa bener2 tulus pemberfdayaan). sistemnya sampah di kelola ditingkat masyarakat dengan penggolongan sampah organik n nonorganik, setelah itu ytang non organik di sortir n hasilnya di jual ke pengepul (ini pemberdayaan awal yang bisa menambah margin masyarakat), dari sampah organik cuma tiga pengembangan pertama jadi pupuk organik kedua jadi biomass energy n ketiga dari pupuk itu dibikin sarana media tanam pertanian dataran rendah, so…. hasilnya pemberdayaan ekonomi masyarakat n ini dah di jalanin ma tim gw bisa dibanyangin hasil dari pendapatannya bisa buat bentu ekonomi masyarakat n juga buka lapangan pekerjaan banyak orang, tapi gw lama2 juga bingung ga ada sponsor? ya klo bisa tolong sambungin ke sponsor2 kaya program PKBL or CSR, sumpah menjadi orang yang idealis itu enak tapi juga kadang harus berfikir realistis juga sih… ya realistisnya ternyata gw harus nyari sponsor karena pemerintah mah susah buat di harepin..
3. Nikmatin idup yang lagi ngalir (just intermezo)
Hidup jadi orang gunung itu gw pikir enak punya pemandangan bagus bgt, bisa nikmatin udara segar kaga kaya di jakarta n menjadikan kita manusia yang bercermin selain realita kehidupan orang desa kita juga dikasih liat keangkuhan alam betapa kecilnya kita di hadapan ciptaan Allah SWT (logikanya gunung itu baru ciptaannya gimana penciptanya…? hebat bgt kan bro…)
4. post comment
ne blog bgs juga bwt wadah orang muda yang punya cita2 cuma mungkin kita dalam usaha klo bisa jangan berpikir kaya kapitalis maen sikat kanan kiri tanpa mandang manusia, klo bikin usaha jadikanlah manusia sebagai manusia bukan robot, n ungkapin rasa terima ksih ma yng punya idup n manusia di sekitar lo yang bisa membuat usaha lo jalan
so…. klo yang punya tanggapan komentarin juga ga pa2, maklum kadang ga semua cerpen itu ceritanya indah…….
Sory klo commentnya rada kepanjangan n rada2 mleset dari tema…. : )
Thx n Salam kenal for all young entrepreneur spesially in Indonesia
N klo ada info Workshop wirausaha muda Part selanjutnya kabar kabarin dong….. wktu n tempatnya ye……
regrads
@…..y
Apr 27, 2008 at 11:49 pm @.......y
ups…. sory send commentnya kebanyakan………….. :)
Apr 28, 2008 at 12:06 pm Eka Kurniawan Untoro
Salam kenal mba Dian, saya mau tau dong gimana caranya mengikuti program Wirausaha Muda Mandiri.
Saya tahun lalu mengikuti lomba WMM 2007, tetapi gak lolos.
Saya mendukung sekali program tersebut.
Mohon bantuannya mba Dian..
Salam Sukses
Apr 28, 2008 at 3:22 pm diandra
Kak Dian..
exciting banget yah, k-lo bisa jd enterpreneur. Tuh juga cita-citaku loh! Qt, jadi perempuan Indonesia emang kudu mandiri, optimalisasi potensi
Tapi, q kadang jadi bingung sendiri, gimana caranya yah??
Do you want to lead my way??
Apr 28, 2008 at 3:27 pm diandra
Halloo kak Dian,
exciting banget yah, k-lo bisa jd enterpreneur muda. Tuh juga cita-citaku loh!-Qt, perempuan Indonesia kudu mandiri-optimalisasi potensi.
Tapi, kadang ku bingung harus mulai dari mana?!
So, would you lead my way?
Apr 28, 2008 at 9:33 pm m1ch3l
Selamat…
Apr 29, 2008 at 10:24 am sire
menjadi duta WMM, kesempatan ‘emas’ yang tak boleh disiakan. Bahwa smart and beauty bisa jadi jalan untuk membangun kesadaran kolektif tentang perlunya berdikari dan berjiwa enterpeunership. Berpikir wirausaha adalah jalan cepat menuju kualitas hidup dengan akselerasi. bersama teh dia anu geulis dan smart, mari kita bangun indonesia berdikari(berdiri di atas kaki sendiri-begitu kata bung karno).
Apr 29, 2008 at 12:02 pm ARIE. SULISTYAWAN
Paramitha, menurutku di indonesia ini usaha2 yang bergerak lebih banyak yang padat modal dari pada yang padat karya,… makanya angka pengangguran di indonesia masih banyak, dan bagaimana membalikan itu semua adalah tanggung jawab kita semua, dengan berupaya mencoba keberanian membuka lapangan kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja secara masal…dari awal produksi sampai hasil produksi harus kita sendiri yang terlibat, tidak perlu ada campur tangan tenaga asing… seperti industri2 rumah tangga harus banyak di kembangkan !!!……………
Diandra sendiri bagaimana dengan bisnis restoran “Foodism” nya ? Sudah berapa cabang nh ? Dengar2 mau coba main di investasi saham dan bisnis properti juga y? Semoga sukses dh dengan partnernya Wisnu Darmawan…Btw kpan nh mau datang ke Stamford, Raffles Hills
Cibubur? sya tunggu y…….!
Apr 29, 2008 at 7:20 pm Inu
Kalo bole usul, sosialisasikan jiwa enterpreneur sejak kecil minimal saat mereka mengenal uang gitu. Kalo dari kecil bisa ngerti gimana cari duit, gedenya ga perlu diajarin lagi.
Meski gitu, bukan berarti mengorbankan masa kecil untuk bermain….
Apr 30, 2008 at 3:33 pm selfy
mbak bagi-bagi resep buat nulis donk!!!!mbak kan pinter banget nulis tentang sesuatu.aku pingin bisa nulis skripsi sebagus punya mbak.
Apr 30, 2008 at 8:50 pm Arief
wah, acara WMM yang di Makassar kemarin saya sempat ikuti dan seru banget. So inspiring me….
Thanks Dian, karena udah nge host acara dengan cerdas…
May 1, 2008 at 3:17 pm VISIT THIS
VISIT
May 2, 2008 at 12:48 pm roffi
sukses ya! semoga dengan keterlibatan dian, makin banyak wirausahawan yang muncul
peace…
idebisnisusaha.com
May 2, 2008 at 1:48 pm kaisar anatta
wow
emang u top bgt dah
dian.. yang paling penting anda bisa memberi informasi bagaimana kita anak muda dapet akses di MANDIRI dan bergabung pada
wirausaha muda mandiri……..
karena.. orang Muda Indonesia itu bukannya ga mau usaha..
tapi kita tidak dapet akses pada modal……..
nah mumpung u jadi “duta”
sekalian kerja abis-abisan ya supaya target 2% tercapai
just honestly and power of love can make me like this for u
anatta sannai aka KAISAR
May 2, 2008 at 3:57 pm ivan
Alo…
dari semua postingan kamu, cuman satu ini yang mau aq comment.
soalnya menyinggung masalah wirausaha.
(maklum pebisnis muda) hehehe.
Karena para usahawan adalah sedikit dari banyak orang yang mau mengambil resiko dalam hidup ini.
ok deh. Cayyo para entrepreneur’s Indonesia.
May 3, 2008 at 12:23 pm bayu
Minta kontak mba Nina/Pa Suko Bank Mandiri- Saya lagi bikin Laporan CSR perusahaan ” di Indonesia- Hatur Nuhun…..
May 3, 2008 at 11:17 pm hendri
beneran mbak dian yak?? ajarin nulis donk mbak…
May 4, 2008 at 1:41 pm Teddy Dee
Dari 0.18% enterpreneur diIndonesia saat ini, saya yakin kalo angka 2% bisa kita capai bahkan kita lewati. Wirausaha lewat internet kita kan juga sudah berkembang cukup pesat, dan marketnya global. Ditunggu tulisan-tulisannya mbak, diantara kesibukannya.. salam.
May 4, 2008 at 3:38 pm tom
wah kayanya ok juga tuh, jadi pengen ikutan
May 4, 2008 at 5:51 pm aswar
Wah.. Postingya bagus banget, Mbak Dian sastro mau jadi entrepreneur ajakin saya juga ya…
Jadi Duta WMM juga cocok baget tuh ama karakter… ngomonk2 rencananya nanti gimana? Kapan buat film layar lebar lagi? ditunggu ya aktingnya.. di layar televisi??? kapan ya…??? main sinetron???
May 4, 2008 at 7:00 pm Risdianto Prabowo
Wah seru juga neh…
keren…
Gw cuma mw sering aja…
kemaren gw juga smpet ikut seminar kaya gituan…
so gw suka dengan entrepreneur…
apalagi gw masih muda…
TAPI gw masih bingung neh…
Secara kemaren pembicaranya gk kaya
Hermawan Kertajaya, TP Rachmat, Bapak Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Ir. Ciputra…
Sebenarnya dalam ber-entrepreneur itu harus buat business plan dulu baru action ato action dulu baru Business plan???
Itu yang gw buat bingung…
May 4, 2008 at 10:43 pm Odi
Langkah Bank Mandiri memang selalu kedepan. Tapi tak ayal, kalo metode pengembangan kreditur semacam itu perlu juga diwaspadai. Apa lagi masih cenderung dini untuk diterima masyarakat Indonesia.
Toh kasus yg mencuat pertama nantinya, adalah kredit macet atau sejenisnya… Teori lama yg dialami masyarakat Indonesia.
Well, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Bank Mandiri.
May 5, 2008 at 1:14 am zackycute
selamet lah dian gue ucapin dah jadi duta WMM…
ikut seneng gue,,,apalagi kan yang jadi duta cantik,macem dian…
May 5, 2008 at 11:04 am Tito
untuk menaikkan angka 0,18% menjadi 2 % itu pekerjaan yang cukup menantang, karena umumnya masyarakat masih ber-mindset jadi karyawan/pegawai ketimbang jadi pengusaha… dan mereka menganggap lebih terhormat jadi karyawan kantor ketimbang pedagang kecil2an.
Coba aja liat kalo ada test penerimaan pegawai negeri, peminatnya pasti membludak.. :P
May 5, 2008 at 11:07 am Tito
sambungan komen yg tadi:
Tapi walaupun menaikkan angka 0,18 jadi 2 persen adalah tugas yg menantang, bukan berarti gak mungkin…
IMO, yg perlu “dihajar” adalah mindset masyarakat tsb.
May 6, 2008 at 3:42 pm catatan lasya
Oooooo, baru tahu… seru juga ya acaranya
May 6, 2008 at 8:04 pm samy
huiihh…artis juga bisa ngeblog ya..
saya sih udah tahu , tapi kok cari alamatnya blog mba dian baru ketemu. so buktiin klo elo emang blogger sejati…
May 7, 2008 at 9:20 pm taufikasmara
Mbak Dian… (atau pihak yang berkompeten)… Bikin even WMM di Pekanbaru juga donk…. ditunggu ya. Aku pengen juga jadi bagian dari 2% itu nanti. Makanya kalo ada event itu, pasti aku mo ikut ambil bagian.
May 8, 2008 at 10:59 am Muhammad Yusuf
Mbak Dian yg manis, yg tiap malam aku impikan dan yg semua tmnku tahu klo mbak Dian adlh kekasihatiku dlm imajinerku. To the point aja, Aku adlh lulusan SLTA tp kpingin bgt ikut program WMM ini. Pertanyaan saya, apa blh? Trus, klo blh caranya gmn? Trims sebelumnya atas tanggapanya. Aku Tunggu!
May 8, 2008 at 7:08 pm dee
gyaaaaaaa ahirnya dapet bl0gnya k Dian…
saya dukung deh usahanya k dian, c0z saya juga MAHASISWA WIRAUSAHA. bukan usaha gede sih, kecil, banged malahan T_T
tapi dari awal saya masuk jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, saya ga ada niat buat jadi guru. Saya ingin jadi Wiraswasta tingkat DUNIA. muluk banged ga si?
saya juga masi heran dengan kebanyakan teman yg menentang pekerjaan saya, katanya “ngapain si lo kurang kerjaan aja”
saya jawab saja “ember…lapangan kerja dikit, so? hare gene masi cari kerja?”
kalo bisa jadi bos, minim wat diri sendiri lah, knapa harus jadi bawahan? ups..!!!
maaf nih…bukannya merendahkan para pekerja, saya cuma mau mendukung K dian, kalau BANYAK SEKALI PELUANG DI HADAPAN KITA, ASAL MAU BUKA MATA DAN BUKA HATI.
May 10, 2008 at 2:14 pm rina
wew, gue kmrn ikut WMM yang pertama di hotel nikko.. seru berat!! apalagi pas liat lo.. hahahahhaa.. yah, cowo2 siiii yg paling interest ngeliat lo.. kalo gue?? ngiriiii!! hahahahahahhaa…
mm, WMM kedua di medan??
gue harap siiii, ada follow-up yg ga cuma WMM ketiga keempat kelima..
apalagi pas liat wmm itu kayanya diselenggarain di tempat “mewah” ya yan?? kalo lebih merakyat dan penggunaan bahasa lebih sederhana - targetnya ga cuma mahasiswa, mungkin pelajar dan lulusan SLTA.. mungkin influence-ny lebih baik.. jadi pemikiran mereka bs berubah, dr yg tadinya mo jadi PNS or Pegawai bisa milih untuk mulai jadi entrepreneur kecil-kecilan.. even, kan entrepreneur kan harus jd pedagang or pengusaha..
lo kan entrepreneur jg ya?? ^^
ya ga siiiii???
salam kenal ya yan..
May 10, 2008 at 4:45 pm indahs
Apakah persentase 0,18 % ini hanya mencakup sektor formal? Bagaimana dengan sektor informal yang dipenuhi oleh pengusaha-pengusaha wong cilik/akar rumput?
Seharusnya bank juga peduli dengan sektor informal di Indonesia. Sektor informal yang mencakupi hampir separuh perekonomian Indonesia menunjukan semangat wiraswasta kelompok ekonomi rendah di Indonesia. Sebaiknya bank di Indonesia turut berkontribusi untuk sektor ini dengan mempermudah pemberian kredit mikro kepada para pengusaha kecil-mikro di sektor informal. Bisa dengan bekerjasama dengan LSM-LSM yang telah bersusah payah memberdayakan ekonomi rakyat. Dengan bantuan mikro kredit yang serius dari pihak perbakan, usaha sektor informal dapat di-formalisasikan.
Ini hanya untuk mengingatkan agar sektor informal jangan pernah terlupakan.
May 11, 2008 at 7:19 am Rian
Aku rasa kalau sekedar keinginan atau hanya membuat jadi wacana sih gampang aja . Kadang2 kita baru menyebut seseorang itu enterpreuner jika usahanya besar , karyawannya banyak dan mengadaptasi teknologi tinggi . Kita ingin jadi seperti mereka saat mereka sudah sukses tapi mungkin kita tidak siap mental saat jatuh , dihina orang , gak dianggap , bahkan mungkin bangkrutt.
Btw kalau tukang buat mainan anak di pinggir jalan , kang baso , kang gorengan , buka warteg , atau bibi kantin tempat kita sekolah bukannya termasuk enterpreuner jg en kalo yg model begini dihitung masak sih gak nyampe 2% ?