Dari beberapa comment tentang posting-an roadshow WMM, yang paling banyak adalah pertanyaan: apa sih WMM itu? dan gue sebenarnya di situ ngapain?
Rasanya kurang fair kalo gak cerita dari awal ya. The basic problem is: gue punya banyak bahan untuk ditulis, tapi untuk memindahkan isi kepala gue ke tulisan di blog, rasanya butuh perjuangan sendiri, nyari waktu di antara hal-hal lain yang harus gue kerjain juga ( another excuse of being a not–so-organized person-a.k.a pemuaaalas hohoho)
WMM atau wirausaha muda mandiri adalah program CSR(corporate social responsibility) Bank Mandiri yang intinya mengajak generasi muda, terutama dari kalangan mahasiswa, untuk mengubah mindset dari nyari kerja setelah lulus, jadi menciptakan lapangan kerja dengan jadi wirausaha( istilah kerennya “entrepreneur” lah)
Kenapa gue jadi bisa ikutan di dalam program ini adalah karena pertama-tama gue jadi MC buat acara awarding night Wirausaha Muda Mandiri, kalo gak salah bulan Oktober (atau November ya?). Ternyata sebelumnya ada workshop-nya juga (yang ternyata keren banget dan gue nyesel abis gak ikutan). Bayangin, pembicaranya top semua: Hermawan Kertajaya, TP Rachmat, Bapak Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Ir. Ciputra, dll
Nah, di acara itu, gue dapat info yang bikin gue kaget banget. Ir. Ciputra bilang bahwa: buat jadi negara maju, diperlukan paling sedikit 2% dari penduduknya adalah entrepreneur. Kalo nggak salah*, di Singapore ada sekitar 7 %, Amerika punya 5 %, SEMENTARA di Indonesia?????………Cuma kurang dari 0,18 % saja yang entrepreneur. Fakta ini cukup membuka pandangan gue tentang hal ini, karena terus gue baru tau bahwa bisnis-bisnis kecil, bisnis mikro, atau usaha-usaha kecil menengah itu adalah jajaran terdepan dalam perekonomian suatu negara. Sebelumnya gue mikirnya kata ‘enterepreneur itu hanya berlaku untuk pengusaha-pengusaha besar yang udah jadi konglomerat gitu. Sejak itu, gue antusias banget bahwa angka kurang dari 0,18% itu harus berubah, harus naik.
Sekitar sebulanan kemudian, mbak Nina dari Bank Mandiri menghubungi mas Wisnu dan menanyakan kemungkinan kerja bareng sebagai duta program WMM. Of course gue seneng banget dan langsung setuju. Tadinya gue sempat berpikir, setelah workshop waktu itu, apa lagi kelanjutannya ya bank Mandiri dalam mewujudkan rencananya untuk mencetak wirausahawan-wirausahawan muda? Maksud gue, setelah faktanya dijabarkan, ada nggak sih solusi atau opsi untuk keluar dari masalah itu? Ternyata, mereka serius banget mikirin dan hasilnya adalah program WMM ini.
Singkatnya, setelah beberapa kali pertemuan dan presentasi(termasuk fit and proper test dalam rapat bidang), gue resmi ditunjuk jadi duta WMM.
Gue mikir sederhana aja, I’m not a superwoman, tapi gue percaya bahwa hal-hal besar itu bermula dari sesuatu yang kecil. Jadi saat gue ditawarin buat ambil bagian dari sebuah program yang bertujuan menaikkan angka 0,18 % jadi 2 % saja setidaknya, opsi apa lagi yang gue punya selain dengan antusias menyambutnya?
Selain jadi juru bicara dan mensosialisasikan program WMM, gue juga dituntut untuk menjadi contoh entrepreneur, which is sebenarnya gue dan management team di belakang gue juga udah lama banget sudah punya beberapa rencana bisnis yang akan dikerjakan. Makanya, konsekuensi dari status gue sebagai duta WMM ini otomatis bikin deadline dari rencana-rencana bisnis kami jadi maju semua. (Huiiihihihiii…., again the not-so-organised person,…. Huuuuhuhuuuuu)
Kemudian kita workshop ke beberapa kota…Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Surabaya, Palembang dan minggu lalu ke Medan n abis ini masih ada beberapa kota lagi yang harus didatangi
Guys, seru bangeeeeeet!
Di samping ketemu temen-temen mahasiswa, sekarang gue punya keluarga baru nih, ada tim PKBL (Program kemitraan dan bina lingkungan) dan micro business yang punya gawe : Pak Suko, mBak Nina, mBak Lysa and all Mandiri team, lalu dari Indonesia Lima (Rayes, mas Nito, Miky-Miko cs), kemudian new member of trio cemonk : Artika –Revi, dan pemenang WMM tahun lalu : Hendi, Saptuari, Elang. Dan ujung-ujungnya, habis kerja, langsung urusan perut yang dipikirin. Berwisata kuliner di mana lagi ya?
Satu lagi, gue salut dan angkat jempol buat kesungguhan Bank Mandiri. Di tiap workshop, direktur-direkturnya terjun langsung, and you know what? gak cuma seremonial, tapi langsung jadi moderator buat hamper semua sesi diskusinya dan ngasih rangkuman di akhir acara. Bahkan waktu di Surabaya, Pak Agus Martowardojo sendiri yang jadi moderator di sesi bareng Ir. Ciputra. Wooow! Banyak ilmu dan contoh yang bisa dipelajari banget….!!!!!
Waduh,ternyata panjang juga intro tentang WMM ya. Gue rencananya mau nulis apa yang ada di kepala, terus ngedit dan ngilang-ilangin bagian yang gak perlu, tapi kok ternyata gue suka semua J
*(correct me if I’m wrong, does anybody have an accurate number? please share!)
Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 » Show All
Apr 22, 2008 at 8:39 am santos
Selamat menjadi Duta WMM semoga terjadi peningkatan prosentasi enterpreneur muda di Indonesia kalau digerakkan oleh orang yang cantik-cantik seperti anda … ;-)
Apr 22, 2008 at 9:09 am uam
dari semua posting yang ada, ini yang paling gw suka :)
isinya kamu banged :p
Apr 22, 2008 at 9:27 am mustafara
ayooo terus berjuang…..ditunggu hasil dari yang banyak itutu……..
Apr 22, 2008 at 9:52 am mustafara
“..i’m not a superwoman..” udah lah mbak nggak usah merendah…….
Apr 22, 2008 at 10:01 am mustafara
nggak usah di edit-edit dulu mbakklo mo nulis…nggak ada yg sempurna dan yang penting nggak ada sensor disini hehehehehehhehe…..
Apr 22, 2008 at 11:49 am Hilman Nur Chozin
Dian, selain sharing cerita, ga coba sharing modal juga? hehe :-D
Apr 22, 2008 at 1:12 pm dhAni
gimana rasanya duduk berjejeran dengan orang2 pintar? deg..deg-an gak?!?!
Apr 22, 2008 at 1:19 pm urbanistis.blogspot.com
wiii…baru 0,… berapa persen?…waks…
bisa jadi ini akibat kurikulum pendidikan kita yang menempatkan murid sebagai objek (penderita) kurikulum, sehingga pas udah lulus mikirnya hanya gimana ya caranya nyari kerja dengan nilai ijasah yang ada……
Jadi enterpreneur itu pastinya butuh nyali ..
Andaikan pendidikan kita layaknya padepokan karate yang menghasilkan pendekar-pendekar siap tarung, bukan pendekar-pendekar yang hanya menjadi lulusan sabuk hitam yang tetep aja kaget bila diajak bertarung…:D
mudah2an semakin hari semakin banyak warga negara kita yang bernyali…:D….maju terus mbak…
Apr 22, 2008 at 1:29 pm syaif
alooo dian…
baca posting yang ini gw jadi tertarik nih. bukan apa apa soalnya kami sekeluarga (gw n my brothers) rencana mo bikin usaha sendiri gtooo. hmmm. jadi malu….. kendala di dana. kira kira bank Mandiri bisa gak ngasi kredit lunak. apa mesti jalanin usaha dulu ato kita ajukan proposal untuk bikin……..
please mail me tentang informasi ttg WMM. ditunggu yoooo
Apr 22, 2008 at 2:16 pm scofield
if all the ladies in the world just like u……true heart and very humble! keep up the good works!
Apr 22, 2008 at 2:55 pm noorman
aduch mbak dian mungkin kasih komment berlebihan ntuk bank mandiri
bank mandiri tuch kan BUMN .. yang mana sahamnya diambilkan dari APBN @kan baru sekarang aja bank mandiri bikin program gituan setelah SBI turun and diomelin bu menteri keungan . dulu2 itu uang nya bank mandiri cuma dimasukkan di BI. @ama juga bo ong lha wong sahamnya dari APBN trus ambil untung di BI,, dananya juga dari APBN @ apa direksinya tinggal ongkang-ongkang aja dapet fee gitu lhoo
Apr 22, 2008 at 3:12 pm rindu
bok..bok..bajunya bagus deh..hehe…
Apr 22, 2008 at 3:56 pm kutaraja
jangan pernah percaya pada slogan kata mahaguruku..
kali ini haruskan kita percaya dgn program CSRnya Bank Mandiri?
indonesia sudah lama menunggu 2%..
keep spiritttt..
Apr 22, 2008 at 5:02 pm Iblis Insyaf
Ass.wr.wb.
Selamat sore…. :-) Ho ho ho… Hebat sekali Ibu Dian ini…. teruskan perjuanganmu :-) tetap semangat yach…. wish you all the best..
Wass.wr.wb.
Apr 22, 2008 at 6:56 pm Aninda
Apa yang dilaksanakan Bank Mandiri sangat brillian……!!!. Mengajak mahasiswa untuk sedikit berubah jangan hanya menjadi pencari kerja. Ternyata bukan hanya itu loh…, saya denger Bank Mandiri juga punya program PENGHARGAAN WIRAUSAHA MUDA MANDIRI 2008 untuk mahasiswa dan alumni. Ayo guys, kita harus ikutan di program itu…..!!!! Cepetan buka website bankmandiri ya……
Apr 22, 2008 at 7:02 pm roji
dian, jadwalna ditulis juga dong di blog ini
biar kita tau jadwal seminar or workshop
pengen gabung neh kalo pas di kota gue
thanks yaaaaa…….. selamat berjuang
smgoa lekas menjadi 10 persen
Apr 22, 2008 at 7:45 pm oka
kl g salah angka buat amerika 11,5% bukan 5%. Menanggapi post nya mas noorman, maap saya bukan sok pinter. wajar dong pas sbi turun baru mandiri masuk ke mikro karena segmen mandiri dulunya corporate.Justru dengan menjual saham, mandiri menarik modal dari masyarakat, kl modal awalnya baru dari APBN. Kl soal bos ongkang2 kaki ajah saya setuju bgt!!!!
Apr 22, 2008 at 8:51 pm adams
sekali-kali saya / kita bisa diajak workshop tapi yang dijakarta saja yah :D
Apr 22, 2008 at 9:13 pm Zy Syachyan
“Daya tarik-briLiant”-dian untuk meng-upgrade dan mewujudkan indonesia menjadi negara maju (as economical element) sangat gwedweeee….
for instance, she’s so (always) fascinated n super-surefull wuth her dreaming n 1st aim……
totally idealist…….
lv….lv…
supportful 4it guys……
stay on ‘ur “Enthusiasm chair” di……. :)
Apr 22, 2008 at 9:29 pm didut
ternyata di pestipal angkringan 2008 kmrn di semarang gw udah dapet jwbnya duluan soal program mandiri ini :D
Apr 22, 2008 at 9:47 pm Andre P. Siregar
Hi Dian,
Selamat yah dan salut untuk inisiatifnya. Mudah-mudahan ajakan wiraswasta ini bukan cuma ke rakyat aja, tapi pemerintah juga ngambil posisi aktif untuk memberikan insentif. Ada sebab bagus kenapa negara seperti Singapore atau Amerika punya enterpreneurship tinggi, yaitu pemerintahnya benar2 membantu dalam hal seperti kemudahan dan kecepatan dalam memberikan ijin usaha, peraturan tentang tenaga kerja yang memudahkan pengusaha, bankruptcy law, dll. Buku The World is Flat (Thomas Friedman) mengulas beberapa hal ini.
Salam.
Apr 22, 2008 at 9:50 pm Alex
Dimintai tolong nyari bahan CSR buat teman, eh malah nyasarnya ke sini…
*bengong*
Saya sempat ber-’praduga tak bersalah’ pada CSR. Kesan pertama CSR ini setali tiga kutang sama eM-eL-eM yang ngasih iming-iming selangit itu. Ternyata beda tho? Ya setidaknya diajuin buat skripsi teman di IAIN ndak berulang kejadian ditolak kaya yang judulnya tentang MLM *lol*
Apr 22, 2008 at 9:55 pm nanos
If you wanna write down your experiences in a book or nutshell. Start now or never. Believe your materials are rich lessons for others, find one theme. You may find a series of theme when or after you explore first writing. Definitely, you will in time.
If you need to map out your brain, use lateral thinking. Learn from one or more books of Edward De Bono, the Master of the Subject ;-) Remember, you are one of the philosophers, you’ve been trained for years to point out the bottom line of a matter.
If you simply don’t have a time to write, hire or collaborate with other(s) who you think can … DO’H. This way, you don’t have to be the writer. Got it?!!
Don’t curb your enthusiasm. “Enthusiasm is the greatest heritage in the world, it defeats power, money, and influence”. (Hwihihi, says who?! guess?!). Otherwise, you must have a luxury of everything :-PP
Apr 22, 2008 at 10:07 pm Billy
A bank is a place where they lend you an umbrella in good weather and ask for it back when it begins to rain….^_^
Apr 22, 2008 at 10:28 pm Harifandi Suparyanto
“Dian, aku lulusan D3 Manajemen Informatika di Bandung. Saat ini aku belum jadi ‘Karyawan’ lagi. Dengan kondisiku saat ini yang tidak punya tabungan, ketika aku ada kebutuhan mau beli Majalah Cinemagz yang Edisi ada Pendant Iron Man-nya, sampai saat ini aku masih kebingungan menemukan cara yang cepat dan halal untuk mendapatkan uang sejumlah Rp 35.000,-. Punya ide?”
Apr 23, 2008 at 1:14 am nadiawidya
hihi.. kalo ga superwoman ganti wonderwoman aja, Kak… hwehe btw,salam bwt mas Wisnu yah
Apr 23, 2008 at 1:17 am nadiawidya
hihi.. jadi wonderwoman ajah,Kak..! btw salam bwt mas Wisnu yah
Apr 23, 2008 at 1:52 am mustafara
lololo……ada apa dengan beny & mice?
Apr 23, 2008 at 3:08 am adi
“I’m not a superwoman”
bener2, dian gak bisa terbang LOL
Apr 23, 2008 at 3:10 am adi
laper… :(
Apr 23, 2008 at 3:55 am arimurti.com
kalo para Duta WMM wajahnya imut-imut semua spt Dian …wah mantabs….hihihih
===========================
http://www.arimurti.com
Freelance Web Designer & Internet Marketing Online
Apr 23, 2008 at 8:23 am nadiawidya
nah..jadi wonderwoman aja klo gitu Kak, hihihi..! btw Kak Ndeq,salam bwt mas Wisnu yah..
Apr 23, 2008 at 11:39 am INDRA D.
Dear D,
Bagus kalau di negara kita banyak yang mau untuk bangkit jadi pengusaha, sehingga bisa lebih 2 % jumlahnya, kalau perlu 40 % biar rakyatnya tidak jadi korban taipan kapitalis oportunis monopolistik yang mempegawaikan semua orang dan menanamkan tahayul modern belaka.
Tapi pendidikan disini ngeri sekali, susah untuk membayangkan anak-anak lucu dan imut harus berhadapan dengan materi-materi pelajaran, ulangan dan ujian yang gila atmosfirnya.
Semoga sistem pendidikan Indonesia berubah lebih menggunakan hati teman-teman.
Rgrds,
Ind
Apr 23, 2008 at 12:15 pm putu
Nice info. semakin mendorongku untuk mencoba buka usaha sendiri…
Apr 23, 2008 at 12:26 pm escoret
[…] Kemudian kita workshop ke beberapa kota…Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Surabaya, Palembang dan minggu lalu ke Medan n abis ini masih ada beberapa kota lagi yang harus didatangi[…]
ke jogja..?????
wah…dimana..????
Apr 23, 2008 at 1:42 pm bocahiseng
bocahiseng.blogspot.com say : wah mbak dian mau jadi wanita pengusaha nih, terus ibu
Apr 23, 2008 at 2:03 pm wrongERRORproblem
you are right
0nly me in wrong
suka nih sama artikelnya
ide bagus tuh
tetep semangat
Apr 23, 2008 at 3:30 pm adien
selamat untuk amanah barunya :)
Apr 23, 2008 at 3:31 pm Asmaraning
Sesanthi : “Tanpa perlu menjilat,tanpa perlu sikut kiri sikut kanan, tanpa perlu menengadahkan tangan ke atas sembari menginjak ubun2 mereka yg dibawah tapi bisa HIDUP MANDIRI!. Itu yg namanya mandireng pribadi,putri,berani hidup berdiri diatas kakinya sendiri tanpa perlu menggantungkan hidupnya kepada sesuatu yg lain tetapi juag tanpa perlu mengorbankan hak hidup sesama kita.Itu juga jiwa yang semestinya dimiliki oleh sebuah bangsa yg merdeka, bangsa pengusaha,bukan bangsa babu dan pengemis berjiwa jajahan!.
Ga perlu nyari kerja,ga perlu juga ngikutin pola hidup yg ada dan diakui oleh masyarakat buat berkerja,jangan mau dikadalin sama org2 di atas sana,sekolah tinggi2 cuma jadi babu dan buruh doang nantinya kalo disuruh,baru bergerak,kaya benda mati!.Kalo dimasukin duit, langsung bisa dimaenin sama orang,kaya dingdong!. manusia hidup apa mesin???.
Intinya sih, daripada nyari gawean,emang lebih baik dan lebih utama lagi kalo punya nyali buat berusaha dan berkarya sendiri, sukur2 bisa nyiptain lapangan pekerjaan bagi sesamanya!.
Salam……
Apr 23, 2008 at 4:14 pm Rio
selamat ya!…
jadi duta WMM cocok banget tuh cos seandainya 2% penduduk indonesia adalah penggemar mba Dian, dan semuanya bisa diajak jadi enterpreneur, mba Dian bisa jadi pahlawan bangsa dan namanya diabadikan spt ibu kartini …. mungkin bisa ada hari Ibu Dian Sastro hua..haha…
begini, idealnya bisa mengajak paling tidak 2% dari jumlah penggemar mba dian untuk jadi enterpreneur..hehe… btw punya rencana bisnis apa?