Kadang-kadang suka ada yang terheran heran dan kasih comment negatif tentang fotoku yang berpose dengan sebatang rokok. Aku juga jadi heran…, kalo aku bisa berpose sok manis dan sok imut, kenapa aku nggak bisa berpose sok sangar dan sok jantan? Aku rasa susah juga ya…, itu baru pose foto, aku kan juga seorang aktor. Aktor yang baik juga harus bisa mengeksplorasi berbagai karakter bahkan sampai yang ada di luar dirinya. Saya juga nggak mau dijadikan aktor yang punya stereotype peran-peran baik-baik ituuu itu saja. Menurutku kepribadian manusia itu cukup luas dan cukup kompleks. Jadi susah kalau cuma didefinisikan atau diwakili dengan satu definisi saja. Manusia itu siapa pun juga, dia itu plural, ya baik ya jahat, ya cakep ya ada jeleknya juga, ya nyenengin ya ada nyebelinnya juga… Ada kelemahan dan ada kelebihan juga. Begitu juga kita sebagai orang luar, aku rasa akan terlalu gegabah jika kita terlalu cepat mengambil keputusan tentang seseorang jika kita cuma menilai kulit penampilannya saja. “Lihatlah lebih dekat…” kata-kata Sherina di lagunya.. Belum tentu orang yang kita judge buruk nggak punya pertimbangan dalam hatinya. Luce Irigaray bilang: perempuan(manusia) itu plural….. tidak bisa kita kerdilkan menjadi satu definisi saja. Kita perlu tau dulu seseorang, ngobrol berjamjam, berhari-hari, barulah kita mengenal orang itu luar dalam.
Anyway…, tapi apa pun pendapatku, aku juga sebenernya sangat menghargai honest opinion dari mereka yang berseberangan pendapat dengan aku. Aku mau berterimakasih atas opini jujurnya, karena saya sangat tidak menyukai keseragaman! Dan perbedaan pendapat adalah diskusi yang sehat. Cheers!
Apr 11, 2008 at 12:46 pm taradise
finally, someone say that out loud (not literally loud because its written) . setuju mba dian! tapi emang pada dasarnya manusia itu judgmental kan, selalu menjudge apa yang mereka liat. cuma bedanya ada yang diomongin dan ada yang disimpen aja dalam hati.
aku sndiri gak suka dan gak mau dikotak-kotakkan. dan buat aku konyol banget kalo ada orang yang menanyakan, “coba deskripsikan diri lo dalam satu kata?” we are much more than ONE word, ryte!
Apr 11, 2008 at 12:53 pm Goop
saya tertarik point aktor, setelah menjalankan sebuah peran, berapa lama anda keluar dari “karakter” peran itu mbak?
dan menurut anda, benarkah ivan gunawan sedang berperan, ataukah itu menjadi kepribadiannya yang baru?
saya ini kenapa yak? :lol:
[…]karena saya sangat tidak menyukai keseragaman! Dan perbedaan pendapat adalah diskusi yang sehat[…]
sebuah qoute yang “cantik”, eh?
Apr 11, 2008 at 12:53 pm Fanie
Gimana ya Di,kita kan gak bisa mengatur pemikiran atau tanggapan orang terhadap suatu hal. Yg kasih respons/comment itu pasti orang2 yg emang perhatian kaan,dan kaya yg lo bilang perbedaan pendapat adalah diskusi yg sehat. So, gak usah heran kalo ada yg kasih comment negatif say..
Apr 11, 2008 at 1:05 pm nadiawidya
walaupun bersebrangan.. tep aja seorang Dian Sastrowardoyo bisa ngebuat orang yg bersebrangan itu selalu menyempatkan waktu bwat kasi comment di blog ini niy…! salut deh, sist…
Apr 11, 2008 at 1:25 pm diditho
keberagaman adalah surga dunia!!
Apr 11, 2008 at 2:13 pm wrongERRORproblem
kalou gitu ngobrol dong di blogku ini. biar tambah kenal
hehehehehhehehehehehhehehehehehheheheheheheh
Apr 11, 2008 at 2:14 pm nanos
Eventually, someone by saying out loud realizes the realm of being or how to interpret the complexity of a human. The best saying - most popular ever there is - I know so far to describe it (or shorten your long paragraph :-P) is “Don’t judge a book by its cover” :-P
Every act or omission has a reason, even of a retarded one.
You are one of the philosophers, right?! You should have (or if not yet) should read George Santayana’s The Life of Reason. I think it is exemplary reading material on the matter.
Keep on the good works … Cheers.
Apr 11, 2008 at 2:46 pm mustafara
setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Apr 11, 2008 at 2:47 pm mustafara
sederhananya..??? namanya juga orang ehh… manusia.
Apr 11, 2008 at 2:49 pm mustafara
mbak dian…ngk ada poto2 terbaru tah?
Apr 11, 2008 at 3:36 pm satria
ya…itu resiko jadi public figure…
Apr 11, 2008 at 3:58 pm gopaan
sekali merdeka tetap merdekaa hidup Indonesia
Apr 11, 2008 at 4:41 pm Epat
bisa jadi bintang iklannya rokok dong? huehehe
mungkin karena image jeng dian selama ini yang sudah terlanjur jadi cewek manies
halah,…..
Apr 11, 2008 at 4:56 pm akhirsyawbe
Still, Indonesians are somehow stereotypical. But, it’s OK.
Main2 ke blog saya ya mbak, please… I know you have good critical thinking to leave a comment on my blog. thank you. thank you.
Glad to be the first.
Apr 11, 2008 at 5:03 pm didut
betul itu saya aja yg gak nge-rokok udah jelek *loh?!?*
Apr 11, 2008 at 5:03 pm akhirsyawbe
hehe… mbak Dian pernah di FH-UI bentar kan? Pernah kenal Fika Fawzia gak (yah, biarpun beda angkatan. siapa tau. kayaknya dia juga cukup beken coz she’s active and has many achievements)? Blog-nya bagus… (fikafawzia.wordpress.com) sama critical-nya, tapi beda jurusan. hehe… cheers!
main2 ke blog saya ya,mbak!
Apr 11, 2008 at 5:27 pm INDRA D.
Dear Diandra,
Dari apa yang saya lihat dari keadaan ini, seperti ketidakmengertian mengenai situasi self of disguising (saya biasa bermain-main dengannya, mungkin mbak juga) yang sebenarnya membuat kita lebih waras sebagai manusia, itu pertama.
Yang kedua ialah ada semacam inferiority complex ngeri yang membuat kecemongan (”pagat” / putus dalam bahasa Banjar) menjadi sesuatu yang sangat ampuh untuk menangkalnya.
Ok…(ternyata saya bisa serius juga, wekekek).
Rgrds,
Apr 11, 2008 at 5:45 pm Ben
jadi, kapan berperan jadi orang jahat? :)
Apr 11, 2008 at 5:56 pm aan
Saya doakan moga2 nanti saat mbak Dian jadi pembawa obor Olimpiade 2008 berjalan lancar yach. Amin.
Apr 11, 2008 at 6:40 pm dhAni
Gimana dong, abis Dian Sastro dikenal publik sihh…ato kata lainnya Dian tuh udah milik masyarakat Indonesia. Dian tuh fans-nya banyak, nahh bagi sebagian yg udah buat stereotype Dian tuh cewe baik2, manis dan gak ‘nakal’, sudah pasti mereka gak rela liat Dian berubah liar. Ibaratnya mereka gak mau ‘malaikat’ yg dipuja2nya berubah menjadi ‘devil’.
Kalo menurut gw mah itu konsekuensi-nya menjadi orang terkenal. Standar!.
Contoh yg paling nyata A’a Gym. Betapa beliau dulu sangat di-dewa2kan oleh semua orang, terutama ibu2, dan ketika beliau melakukan sesuatu perbuatan yang tidak populer di kalangan rakyat Indonesia (dan sebenarnya tidak diharamkan agama), lihat efek domino-nya! dahsyat!!..Lihat bagaimana sekarang A’a Gym ceramah secara bergerilya kembali dari masjid ke masjid, seperti jaman pertamakali A’a mulai berdakwah. Mulai rapuhnya kekuatan bisnis Manajemen Qalbu juga merupakan bukti begitu dahsyatnya kekuatan stereotype seseorang A’a Gym…
kesimpulannya yaaa nikmatin aja, mumpung masih ngetop :-)
Apr 11, 2008 at 6:59 pm makaribi
Siiip.
Perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal biasa. Karena demokrasi menghargai satu orang satu suara, tak peduli tingkat intelektualitasnya, semua orang sama dihadapan kotak suara.
Tapi yang sulit adalah berbesar hati. Dan menghargai.
Bagi saya, inti demokrasi adalah : silahkan berbeda pendapat asal jangan mematikan karakter orang lain.
Jika ingin melihat jiwa orang, lihatlah kedalam matanya karena mata tak dapat berbohong.
Salut buat mba dian nih, menurutku orangnya apa adanya dan totalitas dalam pendalaman karakter film yang dibintangi.
Tentang rokok : masak sih ga sayang diri sendiri and anaknya nanti. Tapi bukan perokok berat kan?
Kalau aku sih ga heran, nenek ku aja dulunya perokok, tapi habis keganggu kesehatannya trus berhenti.
Apr 11, 2008 at 7:10 pm Poltak Hotradero
Sebenarnya karena manusia memang selalu mengisi “bagian yang kosong” dari tangkapan inderawinya dengan imajinasi.
Dan bagi setiap orang - imajinasi mereka adalah hal yang paling riil. Bahkan ketimbang realita itu sendiri.
Tidak heran kalau akhirnya mereka kecewa.
Apr 11, 2008 at 7:41 pm barr
aku kangen kamu sayangku ….
Apr 11, 2008 at 8:31 pm trias
kl gue sih bukan komen negatif ya…kaget aja, melihat sesosok dian sastro berfoto dengan sebatang rokok yang menyala ada di bibir manisnya seorang dian. kayak di puisi gue :
PLAGIATKU
(Trias Setiawan)
Kucari sebuah benda
Yang ternilai adanya
Kutiru benda itu
Hingga tiada beda tercipta
Kutemui sifat baikmu
Kutiru seperti dirimu
Jika tak ada kebaikkan
Takkan tercipta plagiatku
Sejuk menemani diriku
Tuk meniru baikmu
Temuan yang takkan pecah
Dan kaulah plagiatku
Terimalah plagiatku
Jika ia kan membahagiakanmu
Buanglah plagiatku
Jika ia kan menyesatkanmu
Apr 11, 2008 at 8:41 pm S.H
“Aku berbeda, maka aku ada”
Ejawantah eksistensi sejati tidak bisa diduplikasi, harus mengusung ciri tersendiri yang membedakannya dari yang lain. Keseragaman adalah kemubaziran, penghamburan kuantitas yang hanya akan berakhir sebagai onggokan sampah sejarah. Keseragaman adalah bahaya laten yang mengancam keleluasaan eksplorasi individu, memandegkan dinamika proses dialektika yang berkesinambungan.
Kebanyakan orang merasa enggan untuk keluar dari “zona aman” keseragaman karena takut akan menyandang predikat “aneh”, “menyimpang”, dan predikat-predikat marjinal lainnya yang akan membuat mereka dikucilkan. Mereka lebih memilih tunduk pada tatanan kemapanan konvensional, tak berani mendongakkan pikiran pada ketentuan yang telah berlaku secara umum, padahal belum tentu itu sesuai dengan hati nurani mereka. Sangat mungkin masih ada hal-hal yang timpang yang perlu dikaji lebih jauh untuk dicari sintesisnya yang lebih baik lagi.
Apr 11, 2008 at 8:48 pm Eric
kata orang, makin tinggi pohonnya makin kenceng anginnya. ada yang ga suka bisa dianggap sebagai berkah. jadi ada yang mengingatkan. daripada semua bilang yes dan oke saja, pasti bosen banget ya.
anyway, goodluck with the blog. lebih sering lagi foto-foto aja :) ditunggu.
Apr 11, 2008 at 8:49 pm S.H
We have to take a look closer to know things as a whole, not just as piece of prejudice. What we see is not always as it seems, need a further approach to reveal what hides beneath. Therefore we can collect more references to drag a proportional conclusion.
We easily fall into shallow perception, too fast to put an unfair judgement on something just because we feel it doesn’t suit our subjectivity….
Apr 11, 2008 at 8:53 pm keiza
lagu lihatlah lebih dekat yang dinyanyiin sherina itu memang sangat berkesan buat aku, biar lagu anak2 (dulu dinyanyiin wkt sherina msh sd) tapi maknanya dalem bgt. banyak diantara kita memang sering memberi penilaian orang padahal kita belum kenal dekat dg orang itu, termasuk aku, tp sejak aku denger lagu itu, lagu itulah yang selalu ingetin aku kalo aku mulai menjugde orang. ahh… belum tentu orang itu seperti itu…ya
Apr 11, 2008 at 8:56 pm adams
brati mereka menilai dari luar saja ya??
cuek aja kali ye…
Apr 11, 2008 at 9:12 pm Deni
yak…setuju, manusia itu kompleks, ada sisi baek ada sisi buruk kayak sekeping koin yang punya 2 sisi saling berdampingan. Dont judge the book by the cover…
Apr 11, 2008 at 10:21 pm um^_^aja
bwetul, pokoknya septujuh sama opini kmu. perbedaan itu indah. kayak musik. ada nada do re mi-nya. klo nadanya do-aja, ato mi-aja, bikin orang spaneng kali yah? btw, tiap kali ngenet, tanpa visit ke blog kmu ini kayak naek busway tanpa tiket, huehue…. :P
Apr 12, 2008 at 12:24 am mustafara
“karena saya sangat tidak menyukai keseragaman!”
kecuali seragam sekolah ya mbak……?
Apr 12, 2008 at 12:42 am ajenkSapi
Setujuuu!!
Hohohoho… iya tuh… emang kita harus melihat lebih deket biar tau orang itu…
aku juga kadang heran ama orang yang suka ngasiy komentar negatif tentang satu hal yang aku rasa ngga perlu dikomentarin senegatif itu. maksutnya, ngga ada salahnya mencoba sedikit open-minded dan nyari perspektif lainnya
*beuh! si ajenk nampak sangat sok tau sekali yak? heuheuheu… maaph mbak dian, aku nyampah di blog mbak dian.. heuheuheu
Apr 12, 2008 at 1:01 am yanti
Saya suka dengan anda
Anak gadis saya sangat sssuuuukkkaaa dengan anda.
Kami anggap anda adalah salah-satu generasi bangsa yang patut diacungi jempol…
Mudah-mudahan anda dapat terus exsist… dan menjaga image yang ada… tidak terpengaruh dengan… arus.. :”pemornoan” artis-artis
kalau sempat “klik” ya… ke rumah saya
Apr 12, 2008 at 1:43 am mustafara
kpn yah gw bisa ktmu lngsung ma mbak dian??
Apr 12, 2008 at 1:48 am mustafara
usul nih mbak..kan pngunjung blognya dah banyak,gmn klo skli2 diadain prtmuan atau apalah namanya..biar ngk hanya interaksinya didunia maya aja..
Apr 12, 2008 at 1:51 am mustafara
ini nih slh stu hal yg gw suka dari seorang dian sastro…
Apr 12, 2008 at 1:59 am Blu3shoes
Hemm,bnr bgt ’seorang aktor yg baik hrs bs mengeksplorasi b’bagai karakter bahkan sampai
yang ada dlm luar dirinya’..
Gk tau knp sy sk skali dgn akting km wkt jd MPD di belahan jiwa,,kyknya dpt bgt aktingnya saat p’gantian alel-alel yg m’duduki posisi sadar..dan sy terkesan skali dgn film tsb..
Bai de wei,jd pgn liat fotonya..
Apr 12, 2008 at 2:46 am andi
be ur self… *ordinary words yah… hihihi*
tapi beneran, bagaimanapun sosok dian sastro adalah sosok pujaan, jadi wajar ajah kalo ada pandangan macem-macem yang semata-mata menuntut pujaannya itu jadi sosok yang sempurna menurut batasannya dia….
tapi bagaimana pun, i always like the way u are…
Apr 12, 2008 at 3:53 am adi
mana2, liat dong potonya?
*penasaran mode ON*