The word actor refers to one who acts, while actress refers specifically to a female who acts. The Oxford English Dictionary states that originally “‘actor’ was used for both sexes”. The English word actress does not derive from the Latin actrix, probably not even by way of French actrice; according to the Oxford English Dictionary, actress was “probably formed independently” in English. As actress is a specifically feminine word, some feminists assert that the word is sexist. Gender-neutral usage of actor has re-emerged in modern English,[3] especially when referring to male and female performers collectively, but actress remains a commonly used word.
The gender-neutral term player was common in film in the early days of the Production Code, but is now generally deemed archaic. However, it remains in use in the theatre, often incorporated into the name of a theatre group or company (such as the East West Players).
http://en.wikipedia.org/wiki/Actor
Apr 1, 2008 at 8:21 pm S.H
Jadi inget salah satu contoh kisah di buku “blink!”. Kisahnya kurang lebih begini :
Seorang dokter dan anaknya terluka parah dalam kecelakaan lalu lintas, lalu mereka segera dibawa ke rumah sakit. Sang ayah meninggal dalam perjalanan, sedangkan anaknya masih bertahan. Ketika memasuki ruang gawat darurat, dokter yang akan menanganinya terkejut: “Ya Tuhan, ini anak saya!”.
Siapakah dokter tsb?
Jawabannya: dokter tsb adalah ibu si anak. Tapi karena kata “dokter” lazimnya diasosiasikan dgn laki2, pada awalnya kita bingung menjawab pertanyaan tsb, gak bisa langsung menjawabnya. Bahasa patriarkal yg tertanam kuat dalam bawah sadar kita menutupi logika verbal kita….
Apr 1, 2008 at 8:51 pm sitampandarimipaselatan
yaaah…mbak,
padahal saya udah kebacut ngecap mbak sebagai aktris, lho. jadi bagemana? apa harus saya ubah atau ndak pa-pa saya terusin? :mrgreen:
Apr 1, 2008 at 9:47 pm Zy'Syachyan
Ough…Jd Gitu tooh defiNisi sbnrnya…..
Jago dech emang lo….. (+Rajin bka2 Oxford English Dictionary beutt lo…)
Huehehehhe…. proud…proud…..
bener kata Manda (Sharmi .A), Dian tuuch Jago beutt Nge-definisiin sesuatu….. Smpe2 KEBAYA pun jg di analisis… huahahaa…
COOL!!!
Di,may i ask u something???
Gue Fascinated bgd sma “Presentasi” lo tentang Karakter S’orang actor dr tinjauan n analisis psikologi n POSMO Di Bidakara, 30 Agustus taon lalu…….. So,Gue minta ama panitia nya (tmen Gue Jg c) materi presentasi lo… tp GAK-ADA….. uhuk…uhuk…hkhkhk….
kalo lo ad (n masih lo save) n berasa gk repot send to me y Ke :
muffine_mate@yahoo.co.id
or
jnz_dioz@yahoo.com….
need it so…so much pal…
tengggggkyyyyyyyyuuuuu b4…..
gURL power teyuzz yee di’….
Cheers!!!
Apr 1, 2008 at 10:01 pm Yogi
I see, now I get it :D
Apr 2, 2008 at 12:37 am ayyub
di dalam bahasa malaysia pula, actor adalah pelakon.
suatu ketika dahulu aku masih ingat kamu mentertawakan perkataan itu dengan berkata ia berbunyi seperti melakonkan wayang kulit.
lucu bila difikirkan kembali.
Apr 2, 2008 at 2:09 am nadiawidya
wa..pelajaran Bahasa Inggris niy, Bu Dian.. hwehehe
Apr 2, 2008 at 2:50 am nut
hehe.. akhirnya ngeblog lagi..
Apr 2, 2008 at 9:18 am Akoe
Actor = Actress = Famous people
Apr 2, 2008 at 9:50 am rayearth2601
hmm…
maksudnya sama kali …
Apr 2, 2008 at 9:52 am INDRA D.
Dear Mss. Dian
Actually word actor is more suitable i guess, besides why we have to put more words which make us more particular and complicated.
Human usually lost themselves in their own words.
Rgrds.
Apr 2, 2008 at 10:32 am azg
I have always wondered what actress means, but never actually made any effort to look into a dictionary or wikipedia. :D
anyway, yes, i think the term actor is more appropriate, and defines the job more accurately. actress does not sound as serious.
be that as it may, i like your photos. happy shooting!
Apr 2, 2008 at 10:58 am S.H
Here’s another silly story about gender’s bias….
Beberapa tahun lalu, di sebuah ruang kelas SD, seorang guru bertanya kepada salah satu muridnya yang sudah sering tinggal kelas :
Guru: “Iwan, siapakah presiden Indonesia sekarang?”
Iwan: “Hmm…. sebentar ya Bu, saya ingat-ingat dulu…”
Setelah beberapa saat memikirkan jawabannya, Iwan tiba-tiba teringat pada sebuah petunjuk penting. Dia pun langsung menunjukkan tangannya ke foto besar yang terletak di samping kanan burung garuda sambil berseru :
Iwan: “Itu Bu!”
Guru: “Ck..ck..ck… Iwan.. Iwan… Yang kamu tunjuk itu bapak Hamzah Haz, wakil presiden. Kalau presidennya yang di samping sebelah kiri, ibu Megawati”.
Apr 2, 2008 at 11:47 am rangga
Also, an interesting fact: “Hypocrisy” originally meant “acting on stage” in Greek, thus they refered players as, well, hypocrites.
This is just a useless yet interesting fact, nothing more. :)
I’m always fascinated by how language could evolve from an innocent meaning to a much more negative form.
Cheers.
Apr 2, 2008 at 2:57 pm Donny Verdian
Why? Why? Why?
Apr 2, 2008 at 4:38 pm suamimalas
Kalo aktor untuk bahasa Indonesia, apakah memiliki bobot yang sama dengan actor?
Apr 3, 2008 at 2:19 am nadiawidya
Kak Dian yg baek hati.. hihihi.. mau dumz dibagi critanya tentang film independent yg mau dimaenin itu.. critain yah?
Apr 3, 2008 at 3:49 am deanet
allow ka’ diansas ,
qeqe.
akhirna ngeblog jg setelah be2rapa mnggu g kliatan …
wew .. ngmongin paan tuh actor on weko weke wiki y ..
april mooppppppp …..
Apr 3, 2008 at 5:49 am Anggie
Hmmm…. That’s right…
tapi aku bukan actor :(
Apr 3, 2008 at 2:48 pm Muhammad Ilham Ahmadi
hai mba dian….udah lama daku ini fans berat mba lho…walaupun saat sekarang ini banyak bintang film and sinetron bermunculan mba tetap no 1….aku sempat dengar gosip mba dian mau terjun di dunia sinetron….yah alasanya katanya mba mau nyoba keberuntungan….wah klo boleh ngasih saran….jangan terbawa emosi..jangan cuman mslh materi…mba mau terjun kedunia sinetron…yang terpenting adalah konsisitensi di dunia yang mba geluti skarng…hidup itu udah ada yang mengatur….percaya deh mba….klo maba konsisiten di dunia layar lebar mungkin suatu saat mba menjadi seorang legenda di dunia perfilman indonesia…..saya akan sangat mendukung dan seneng banget ketimbang melihat mba main tiap hari di sinetron tanpa memberikan sebuah ilmu ataupun kesan yang mendalam terhadap mba….ALL THE BEST SELALAU BUAT MBA….WE ALWAYS ARROUND YOU……….
Apr 3, 2008 at 7:47 pm taufan a
so then it would be very bold and distinctive, i guess. but perhaps, it’s the simplicity behind, which makes people use both terms. : )
Apr 3, 2008 at 8:48 pm sanyo
Kok copy-paste semua dari Wiki sih… kalo nulis paper satu paragraf ngambil dari tulisan orang harus dikasih tanda petik dua dan paragraf agak menjorok kedalam. Kirain tulisan sendiri… :-)
Apr 3, 2008 at 9:42 pm hdhsbs
thanks untuk infonya.
sepertinya aktor / aktris merupakan sisi manusia.
Apr 3, 2008 at 11:28 pm nod
Agree. Mestinya juga: best actor for supporting role=AKTOR TERBAIK untuk peran pendukung/pembantu (pria/wanita), bukan : Pemeran Pembantu Pria/Wanita Terbaik. What do u think?
Apr 4, 2008 at 4:29 am Andos
hmmm I see
Apr 4, 2008 at 1:46 pm sne
gw mengibaratkan aktor seperti gula
Apr 4, 2008 at 2:21 pm wawanwae
Akhirnya, kesampaian juga jadi yang pertamax.
Apr 5, 2008 at 4:09 am blu3shoes
Menarik…
Saya juga semakin tertarik buat ngajak mba dian jadi subjek skripsi saya…..
hmmm…??
Apr 5, 2008 at 11:58 am ghatel
you is very2 beautiful actresss… :D
*ngg nyambung*
Apr 6, 2008 at 12:14 pm mjpikachu
dian..ayo kapan ada sesi kamu bahas ttg novel atau buku apa aja yg udah kamu baca. bikin kategori baru aja. gmn yg lain…para kutu buku setuju kan?
Apr 6, 2008 at 4:40 pm Rivai
Wah,Mbak. Apa nggak terlalu berlebihan tuh? Kenapa ya, tampaknya ada gejala ‘phobia’ di antara para feminist. Kalau memang kata ‘actress’ dihilangkan dan dianggap sama dengan actor, apa nanti kata ganti “he” dan “she” dalam bahasa Inggris juga bakal dihapus? Kalo begitu berarti Bahasa Indonesia sedikit lebih tidak seksis daripada English karena kata ganti “dia” berlaku untuk laki2 dan perempuan…
BTW, apa ada bukti kalau pemakaian kata “actor” dan “actress” memang merugikan martabat perempuan?
Buat saya, apa salahnya membedakan laki-laki dan perempuan? Dari segi martabat dan kehormatan keduanya memang sama, tapi peran dan fitrahnya tidak mungkin sama, sampai kapanpun.
Apr 6, 2008 at 4:57 pm diandra
kak, met ultah ya
happy b’day….
sorry bgt ucapin nya telat
dari vaniiiiiiii
kak,,,, mau kan jadi kakak nya vani????
mau yaaa????? please…….
Apr 6, 2008 at 10:59 pm Ferrero Rocher
Elo lagi bingung ya….atau lagi gak ada inspirasi….
Apr 7, 2008 at 3:32 am danial yusof
Dear Dian,
I seriously think the movie industry in South East Asia can’t do justice to your talent and on screen presence.
I’d love to see you in a flick like ‘eternal sunshine’ but is there a market for a Gondry type film in this part of the world?….sigh…
Anyway, I’m off to see Gondry’s ‘Be Kind Rewind’ trrow.
All the best from Kuala Lumpur,
Dani
Apr 7, 2008 at 4:56 am Asmaraning
Kalo gitu berarti putri emang mestinya lebih suka jadi “wayang wong” daripada jadi “wayang kulit” he he he…..,
Tp kok masih bisa sih didalangin sama orang2 yg punya ambisi2 tertentu?. wayang wong itu dalangnya Pangeran Sejati!!!.Tapi emang ga ada mestinya gimana,karena yg bener nyata itu,yg sesungguhnya ada mana!.
Suka batik tulis apa batik cap?.
Apr 7, 2008 at 5:21 am Asmaraning
Ngomong2 yah putri,wanita “bukan sama” atau “lebih tinggi” dari laki2 tap Hamengku rasa (meliputi) laki2,karena memang laki2 terlahir dari wanita,rasa laki2 itu ada dalam genggaman rasa wanita,
curiga manjing warangka,warangka manjing curiga.Karenanyaseorang Paku Alam Lanang Jagad (lelaki yg sungguh laki2) itu memperlakukan wanita sebagaimana dia memperlakukan IBUNYA SENDIRI!!!!.
Dan ga perlu sewot atau kenapa,jika ada yg menganggap drajad wanita lebih rendah daripada pria,karena setiap kita direndahkan sebenarnya kita sedang ditinggikan,seperti halnya setiap kali kita menunduk dan mencium IBU KITA,PARWATI/PERTIWI dengan laku sujud,sebenarnya kita sedang diangkat ke atas sana,melampaui semua kemampuan dan kesombongan kita sebagai manusia!!!.
Karenanya ada pepatah dari orang2 yg sok tahu di jaman dulu,swarga itu ada di telapak kaki ibu karena memang ketentraman itu hanya ada di kerendahan alam sekitar dengan menghayati sifat wanita,menerima ,menjaga dan memelihara segenap alam beserta isinya,tanpa pamrih apapun seperti sikap seorang Ibu kepada anaknya!!!!.Itu salah satu makna dari PRADJNA PARAMITHA!!!!.
Apr 7, 2008 at 5:46 am JS di NY
Well, I think Actors are entrepreneurs who make the business and financial decisions involving a motion picture, television feature, or stage production.
Also, an Actor is a reflection of both what is within and without.
They are the art of acting lies within the capacity of the actor to create an inner environment whereby the child-within can arise, breathe, be heard, and play.
Apr 7, 2008 at 8:32 pm irvan
hallo hallo
dian sastro wardoyo
the beautiful girl in the world is using brain not only physical matter
you are the one
Apr 8, 2008 at 1:04 am r1d0aja
Ada yang menarik, pernah membahas topik ini dalam bahasa indonesia? Lalu bagaimana arti kata artis itu sebenarnya?
Apr 8, 2008 at 3:09 pm fikri a.k.a mamet
apapun konteksnya, yang pasti seorang aktor atau aktris akan memainkan sesuatu diluar kehidupannya dan di saksikan oleh jutaan pasang mata.
gw lebih suka dengan aktor dan aktris yang dalam kehidupannya sebenernya (bukan kehidupan yang absurb) baik di mata manusia dan di mata sang pencipta.
so, diandra sastrowardoyo, don’t be a common *actor…
* as u said, u use the world actor.
Apr 8, 2008 at 7:20 pm S.H
Sebenarnya masalahnya bukan “merugikan atau tidak”, tapi apakah pembedaan tsb “esensial atau tidak”. Apakah perlu ada pengelompokkan berdasarkan gender dalam bidang akting? Atau sebaiknya dinetralkan saja?
Klasifikasinya masih timpang, terutama dalam konteks penghargaan (award). Kalau kategori aktor dan aktris terbaik dipisahkan, kenapa kategori2 lainnya ada yg “applied for both sexes”? Kenapa hanya ada satu kategori utk pendatang baru terbaik, sedangkan utk pemeran pembantu terbaik ada dua? Apakah ada alasan signifikan yg mengharuskan adanya pembedaan demikian?
Lain lagi dengan pemisahan gender dalam bidang olahraga, ada hal-hal yg bisa diukur secara kongkrit sebagai landasan pemisahan gender. Tapi itu pun tidak di semua bidang olahraga. Kebanyakan memang dipisahkan, tapi ada juga yang tidak (misalnya dalam bidang catur, tidak perlu dibedakan antara pecatur pria dgn wanita).